Bukannya promosi tu harusnya hak tiap staf & harusnya rutin dilakukan?
Bener2 aneh..

It’s been 18 months here,
Halfway contract,
No training,
No workshop,
No nothing..
I’m getting bored.
How much longer can I stay within this nothingness?
Nobody knows..
Mbuh lah..

Bagi yang ingin menambahkan tulisan “Last modified on …” pada post/page, ikuti langkah-langkah berikut:
Buka file single.php pada folder theme yang dipakai, cari code di bawah ini
Posted on: <?php the_time('l, F jS, Y') ?>
Kemudian ubah code di atas sehingga menjadi
Posted on: <?php the_time('l, F jS, Y') ?>
<?php
$u_time = get_the_time(’U');
$u_modified_time = get_the_modified_time(’U');
if ($u_modified_time != $u_time) {
echo “Last modified on “;
the_modified_time(’l, F jS, Y’);
echo “. “; }
?>
Oiya, code di atas nggak selalu berada dalam file single.php, seperti theme yang saya pakai (K2), code di atas malah terdapat dalam halaman theloop.php.
Jeli-jeli aja nyarinya..

Originally posted by kiko_koki.
Tips 1 – Content
Curriculum Vitae adalah sebuah resume yang berisi informasi tentang seseorang. Sebenernya bikin CV itu ngga rumit kok, hanya banyak orang yang kurang paham bagaimana cara membuat resume yang “tepat” tentang dirinya sendiri. Pada dasarnya ada beberapa point penting yang “harus masuk” ke dalam sebuah resume seorang graphic designer.
1. Data Personal
Bagian ini sebaiknya di-emphasis, harus standout dari informasi lainnya, karena ini adalah identifikasi pertama ketika orang melihat CV. Umumnya berisi:
2. Data Personal (Tambahan)
Boleh diisi dengan marital status, hobi dan minat yang relevan, religion, dan beberapa info tambahan lainnya. Tapi mendingan jangan terlalu banyak, nanti jadi crwoded malah kaya’ bikin profile di Facebook

3. Objective
Bagian ini berisi tentang pandangan kita. Rencana kita kedepan, posisi yang diharapkan, dan apa yang bisa kita berikan ke perusahaan. Kasarnya, kita bisa ngasih apa sih ke perusahaan itu? Kalo kata Employer : apa untungnya kalo gue hire lo?
4. Pengalaman Kerja (Work Experience)
Listing semua pengalaman kerja disini, dan pastiin job title / posisi saat di perusahaan itu disebutin. Lama bekerja juga sebaiknya disebutin. Lebih baik lagi kalo dibikin deskripsi, ceritain dengan kalimat singkat tentang apa yang kita kerjain di perusahaan tersebut, tanggung jawabnya seberapa, dll. Oh iya, kalau pernah dapet Job Freelance sebaiknya juga dimasukin, tapi dipisahin dari Fixed Job, kecuali freelancer sejati. Diurutin mulai dari pekerjaan terakhir.
Contoh:
XYZ Company (Oktober 2006 – April 2008)
sebagai Graphic Designer
Bertanggung jawab dalam mengerjakan seluruh pekerjaan desain, mulai dari layout hingga Final Artwork. Bekerja secara teamwork dan individual, memberikan laporan mingguan kepada Art Director. Dan bla bla bla.
Klien yang pernah ditangani: Brand A, Brand B, Brand C, dst.
5. Pendidikan (Education)
Di bagian pendidikan boleh diisi dengan pendidikan formal dan informal. Formal biasanya sekolah dan kampus kita. Kalo Informal itu kursus-kursus dan semacamnya. Dalam me-listing di bagian ini sebaiknya diurut mulai dari pendidikan yang terakhir. TK, SD dan SMP mendingan ga usah dimasukin. Ga terlalu penting juga, lagian bisa bikin penuh halaman aja.
6.Capabilities
Bagian ini biasanya memuat segala macam kemampuan yang dimiliki seorang graphic designer. Ada beberapa informasi yang bisa kita masukin di bagian ini:
Software Capabilities
Program desain apa saja yang kita kuasain, apabila kita dapat bekerja di platform Windows OS dan Mac OS sebaiknya dicantumkan. Ketika me-listing program-program yang kita kuasain, juga sebaiknya ga usah diulang-ulang. Misalnya kita bisa menggunakan Adobe Photoshop versi manapun, ga perlu ditulis bisa Photoshop 7, Photoshop CS, Photoshop CS2, CS3, dst. Toh sama aja khan intinya? Hal kaya’ gini cuma menuh-menuhin CV aja, dan ga penting buat disebutin.Printing Process Knowledge
Penting rasanya bagi seorang desainer grafis buat mengerti tentang proses cetak. Jika kita mengerti tentang proses ini sebaiknya disebutin juga. Mulai dari Pre-Press, Press, Post-Press, bikin Final Artwork, sampai bikin dummy (mock-up).Basic Knowledge for Designer!
Layout, Typography, Color Theory, dllPengetahuan Tambahan yang Relevan
Adalah suatu nilai tambah bagi seorang desainer kalo dia punya (meskipun sedikit) wawasan tentang Branding, Mass Communication, Advertising knowledge, Photography, dan hal lain yang relevan. Kalau kita paham salah satu atau beberapa diantara itu, sebaiknya dimasukin. Bisa ditulis misalnya, Good understanding on brand.Kemampuan Berbahasa
Bagi yang punya kemampuan berbahasa asing sebaiknya dimasukin. Misalnya Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Prancis, dll. Dan kalo kita ga pede sama kemampuan berbahasa kita, tulis aja: Passive. Kata-kata yang useful misalnya: Fluent in English both written and oral (passive). Kalo yang pernah ikutan TOEFL boleh aja cantumin score-nya.
7.Activities / Organization / Community
Kalau kita aktif di dalam suatu komunitas, ngga ada salahnya sebutin semua aktifitas kita yang relevan dengan dunia desain. Misalnya ikut forum-forum desain di internet, milis, atau organisasi di kampus (buat yang masih kuliah). Dengan begitu, akan memberikan kesan kalo kita itu termasuk orang yang aktif bersosialisasi. Karena di dalam sebuah pekerjaan desain, biasanya kemampuan individu maupun Team Work sangat penting.
8. Workshop & Seminar
Buat temen-temen yang pernah ikutan workshop atau seminar di kampus-kampus atau dimanapun, masukin aja di dalam cv. Tulis dengan jelas apa nama acaranya, tanggal, tempat, dll. Bagian ini lumayan buat value-added kita sebagai graphic designer.
9. Achievement
Ini ajang unjuk prestasi. Listing aja prestasi yang pernah dicapai (kalau ada). Misalnya Juara Lomba Desain bla bla bla, atau apalah yang sekiranya menurut kita itu termasuk sebuah prestasi. Tapi kalau memang belum ada, bagian ini ga perlu dicantumin. It’s ok.
Tips 2 – Package
Okay, kalau kita udah paham tentang isi dan cara menyusun sebuah CV, sekarang saatnya membuat tampilan CV jadi menarik. CV seorang desainer adalah first impression ketika dia melamar. Karena biasanya CV dateng duluan daripada orangnya Kalau CV-nya OK, baru di-interview. Jadi jangan lewatin kesempatan buat menarik perhatian para pengambil keputusan (Employer).
Dari sekian banyak CV yang pernah gw liat, pada dasarnya ada 2 kategori (style) layout:
Kita dapat memakai salah satu atau menggabungkan 2 gaya tersebut. Tapi yang terpenting JANGAN BERLEBIHAN (sesuatu yang berlebihan bisa mengacaukan segalanya). Fresh Graduate biasanya lebih senang dengan gaya layout yang Funky Funky Style, karena biasanya mereka butuh perhatian yang lebih (it’s okay). Tapi seorang desainer yang sudah berpengalaman mungkin akan lebih senang pakai Layout yang bersih dan konservatif, karena beberapa alasan.
Jadi, keputusan ada di tangan masing-masing, mau pakai gaya yang mana. Yang penting jangan terjebak untuk mempercantik CV jadi terlalu berlebihan, sehingga cenderung NORAK daripada ARTISTIK. Ingat, seorang desainer masih punya tempat lain untuk SHOWOFF, yaitu PORTFOLIO.
Ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna dalam melayout sebuah CV, ga peduli mau pake gaya yang mana. Sebaiknya kita ga menggunakan terlalu banyak elemen grafis, biar Tipografi yang berbicara. Perhatikan dengan baik alignment yang kita pakai, Flush Left biasanya cukup baik untuk memudahkan pembacaan, dan pengaturan tracking, kerning, leading yang baik biar tampilan makin enak diliat. Bodytext HARUS jelas terbaca, Head bisa lebih BOLD supaya bisa ngebedain keduanya. Sebaiknya hindarin font yang dekoratif dan fancy untuk bodytext, kalo Head masih oke lah. Better use Serif or Sans Serif I think.
CV sebaiknya ngga lebih dari 2-3 halaman. Dan Font size jangan pake yang terlalu kecil, susah bacanya euy. Biasanya ideal 9-10 point, atau paling minim 8 point (sebaiknya jangan). Remember, yang baca CV bisa jadi bukan hanya orang kreatif, tp HRD, Account, dan lainnya juga. Kalau yang udah tua disuruh baca teks kecil-kecil, forget it.
Ngga ada yang baku dalam membuat CV yang baik, tapi pada kenyataannya banyak orang yang bingung, ngga ngerti mesti gimana cara bikinnya. Yang paling penting adalah Be Honest. Jujur ama diri sendiri, Informasi yang ada di dalam CV adalah rangkuman singkat tentang diri kita (Personal Data), apa yang telah kita kerjakan (Work Experiences), apa yang dapat kita lakukan (capabilities), apa yang pernah kita capai (achievement, education), dan apa yang menjadi pandangan kita, ekspektasi, dan rencana ke depan (objective). Jangan pernah berbohong tentang CV. Karena bisa jadi saat interview, kita harus bisa mempertanggung-jawabkan semua yang telah kita tulis di dalam CV.