hidup berarti tumbuh,
tumbuh ditengah masayarakat beragam warna,
merah, putih, hitam, abu-abu,
semua adalah warna-warna celupan seluruh proses hidup yang dilaluinya,
lalu celupan itu akan mencerminkan apa kesukaannya, apa keinginannya, apa cita-citanya, mencerminkan kepribadiannya.
sungguh, sebaik-baik celupan adalah celupan Allah,
“Shibghah Allah, dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah,”
lalu kesukaannya adalah amar ma’ruf nahi munkar, keinginannya adalah kebaikan, dan cita-citanya adalah syurga, kepribadiannya adalah Islam, Syakhsiyah Islamiyah.
hidup juga berarti berinteraksi,
interaksi saling mempengaruhi, entah dipengaruhi atau mempengaruhi,
oleh apa kita dipengaruhi? oleh siapa kita mempengaruhi?
oleh teman-teman kita.
sungguh, sebaik-baik teman adalah yang selalu mengingatkan engkau pada akhirat sekalipun itu berat,
jalan yang berat itu akan meringan apabila kita berjalan bersama,
lalu Musa pun meminta pada Rabb-Nya Yang Maha Tinggi, “dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku.”
karena jalan Musa begitu berat, menghadapi kaum yang bandel begitu rupa.
dan kita menghadapi dunia yang begitu berat menggoda,
maka teman selalu menjadi pelabuhan tempat kita bersinggah,
sejenak memaknai, meresapi, dan mengambil energi untuk melangkah kembali,
seberapa jauh lingkaran kebaikan mereka meliputi kita,
seberapa jauh lingkaran kebaikan kita meliputi mereka,
sebegitulah arti cinta bagi pertemanan kita.
karena cinta bisa berubah rupa menjadi musuh nyata,
kalau cinta itu bukan karena-Nya,
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.“
maka cintailah karena-Nya dan bencilah karena-Nya,
sebagaimana cinta seorang Abu Bakr kepada budak belia Bilal yang meneriaki siksaan majikannya dengan kalimat “Ahad!”,
sebagaimana kebencian para ahlul Badr kepada sanak-saudara mereka yang memerangi kaum Muslimin walau dirasa berat.
tumbuh, interaksi, cinta,
semua adalah cermin dari celupan hidup kita,
lalu celupan mana yang engkau pilih?
Allahuma inni as alukalhuda …
Allah lah Sang Pemberi Hidayah, maka mintalah hidayah itu hanya kepada-Nya.
(ya2n)
* * *Terang saja, gaya bahasa tiap tulisanku jadi berubah-ubah. Tidak Konsisten. Penulis seperti ini tampaknya kurang dalam menulis. Tidak punya ciri khas dan identitas tulisan. Orang akan kesulitan untuk menilai tipe penulis macam apa ini, orang akan kebingungan melihat tulisan yang tampaknya ditulis oleh seseorang yang ‘berbeda’. Pun tentang tema sebuah blog. Kalau terlalu campur aduk orang akan bingung men-jugde tipe blog macam apa ini.
Fauzil Adhim dalam “Dunia Kata” mengatakan, salah satu cara mudah memulai menulis adalah: benchmarking. Secara sederhana, benchmarking bearti manjadikan satu tulisan, penulis, atau media sebagai model. seorang penulis cerpen bisa menjadikan seorang Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, atau Joni Ariadinata sebagai acuan. Meniru gaya bertulis mereka.
Nah, kalau banchmarking saja jadi langkah awal bagi seseorang untuk mulai menulis, maka gaya tulisan tentu menjadi point penting bagi sebuah tulisan. Apa jadinya kalau Asma Nadia menulis di salah satu novelnya dengan gaya tulisan Raditya? Bisa-bisa orang yang mem-benchmarking-nya kepusingan.
Tapi kalau benchmarking-nya kebablasan, jadinya seperti saya. Setiap kali membaca buku, gaya tulisan ikut-ikutan berubah. Tak baik juga membatasi jenis buku yang dibaca. Buku bagaikan jendela wawasan. Mulai dari genre fiksi sampai non-fiksi, ilmiah sampai populer, santai sampai serius, semua ada wawasan. Tinggal pintar-pintarnya kita menilai dan menyaring informasi yang bermanfaat, dan membuang informasi yang tidak bermanfaat.

Kebetulan, 3 buku baru bulan ini adalah novel. Ma Yan, 5 cm, dan The Road to Empire. Bukan. Bukan karena saya penggemar berat buku novel, hanya karena melihat review buku ini yang bagus. Buku lain yang saya incar bulan ini adalah “Pemuda Peka Zaman” karya Dr. Saghuni, dan Ighasatil Lahfan-nya Ibnul Qayyim.
Ma Yan diangkat dari kisah nyata kehidupan perempuan Muslim China yang berjuang mati-matian untuk sekolah. Mereka ingin kehidupan yang lebih baik dengan menyekolahkan anaknya. Walau itu berarti harus makan 2 kali sehari, sekali nasi sekali roti. Bahkan harus berjalan berkilo-kilo jauhnya untuk sampai ketempat sekolahnya. Buku ini sangat kuat dalam menceritakan hubungan ibu-anak. Gaya bertuturnya cukup deskriptif dan tema cerita yang diangkatnya sederhana dan mudah ditebak, tapi cukup untuk membuat Anda menangis miris.
Dua novel lainnya berbeda. 5 cm. Tentang persahabatan 5 orang, perjalanan mereka, mimpi-mipi mereka. Saya belum baca yang ini, tapi kalau baca dari review dan sinopsis, sepertinya cukup bagus. Tetap, segala sesuatunya perlu disaring. The Road to Empire. Berlatar belakang perang di China, dan kehidupan pasukan Muslim China. Pemimpin mereka, pangeran keturuna Mongol.
Gaya bertutur novel tentu beda dengan buku-buku ilmiah seperti Riyadush Shalihin, Kitabul Ilmi, atau Minhajul Qashidin. Mungkin yang memadukan keduanya adalah buku-buku Mas Salim yang terakhir berjudul “Jalan Cinta Para Pejuang”. Buku wawasan Islam dengan gaya bertutur novel. Nah, bagi seseorang (baca: saya), buku yang sedang dibaca sedikit banyak berpengaruh dengan gaya tutur tulisannya, mungkin tidak bagi penulis profesional. Bagaimana dengan Anda?
Malam itu (28/03) saya mendapat SMS dari teman yang udah lama nggak SMS-an. Isinya:
1 DARK NITE FOR A BRIGHTER FUTURE. Tepat malam ini jam 20.20-21.30 WIB mari bersama2 mematikan lampu sbagai komitmen bersama oenduduk dunia. STOP GLOBAL WARMING.
Iklan ’semacam’ itu juga sempat sekilas saya lihat di televisi. Hari ini adalah hari tanpa lampu! Peduli? Peduli nggak ada salahnya. Jadi malam itu kos kami pun tiba-tiba gelap gulita. Sebenarnya bukan saya yang mencoba inisiatif, tapi Mas Yarka. Semua langsung dimatiin, kecuali komputer, hehe. Gelap.
Lalu, kulihat keluar… Ternyata… Terang benderang. Yah, nggak ngaruh deh, kalau dilihat dari satelit pun, nggak ada bedanya kalau cuma satu rumah yang matiin lampu, kelihatannya ya terang-terang aja. Emang alau matiin lampu semua ngaruh-nya apa? Nggak tahu juga ya, yang jelas, kalau seluruh Indonesia matiin lampu, PLN jadi tambah hemat. ‘Tul nggak?
Yang lebih menarik perhatian saya adalah SMS teman saya tadi, “1 DARK NITE FOR A BRIGHTER FUTURE”. Pertama, bisa segitunya ya membuat seluruh dunia menyambut seruan mereka. Dari manakah asalnya? Siapa yang mencanangkannya? Organisasi apa? (Duh, kok tiba-tiba saling berkelebat di kepalaku masalah propaganda, konspirasi, globalisasi, waduh-waduh sudah kebablasan, nggak deh). Lanjut saja.
Kedua, apa yang ada dibalik itu? Sekarang, dunia sedang gencar promosiin Green Environment termasuk hemat energi. Lebih jauh lagi: Global Warming. Emang apa hubungannya green environment sama global warming? Ya sama-sama membahas issue lingkungan hidup. Anda setuju dengan issue ini? Saya antara setuju dan tidak. Masih banyak perdebatan. Yang belum banyak tahu ambil posisi tengah aja, hhehe =D.
Penah lihat film dokumenter “Global Warning Swindler“? Disana diceritakan bagaimana sebenarnya masalah global warming adalah hal yang wajar, bukan disebabkan pencemaran industri yang ada sekarang. Gembar-gembor tentang masalah yang timbul karena global warming ini hanya dijadikan sebagai bahan membuat industry baru. Lihatlah bagaimana di kemudian hari muncul produk-produk berlabel green technology. It’s just a businness matter. Entahlah.
Kalau penghematan? Jelas saya sangat setuju. Kita sebagai manusia harus berhemat. Bahkan itu diajarkan dalam Islam. Kalau kemudian muncul produk-produk berlabel “hemat energi”, uouo.. setuju sekali. Apalagi kalau “Low-Power Wireless Chip”, ehehe. Yang jelas, apapun yang ada dibalik semua itu, entah business matter atau pure for human being; for a better life, silakan saja, saya nggak mau ikut debat =p. Lanjut saja.
Ketiga, bagi saya, jargon-jargon penghematan ini seharusnya bukan hanya sekedar event sehari saja. Bayangkan, kalau kita terlalu terbiasa dengan slogan “1 hari saja” yang euforistis (halah istilah baru). Matiin lampu cukup sehari saja, habis itu mau boros juga nggak apa-apa. Kasih sayang cukup sehari saja, habis itu nggak kasih sayang juga nggak papa. Habis itu dilupakan. Hello..? Kita penghematan mah setiap hari, kasih sayang mah setiap hari. Jangan lah terlalu euforia dengan event-event yang cuma sehari saja, apalagi semalam.
Satu kalimat untuk menutup postingan ini: For a ‘Brighter’ future? Kok cuma semalam!? (ya2n)
WIMAX Forum Congress Asia 2009 now on the spot! Congress ini akan dilaksanakan tanggal 27-29 April 2099 di Singapore, tak jauh dari Indonesia, maka saya pun berencana mengikutinya. Tentu saja… cari yang free registration, hehe. Sebenarnya pengen ikut yang technical seminar, karena pasti akan dapat banyak masukan darisana, dan tema-tema nya menarik, hal-hal yang perlu dan belum pernah kami lakukan di technical design, cuma…. mahal banget. Nggak deh! Yang free saja. Lagian mana mau perusahaan bayarin yang itu. Hehe, belum saatnya.
Akhirnya kudaftar free seminar dan exhibition. habis registrasi, saya dapat auto-reply email yang mengatakan officer sedang out of office di DVB-T Congress Europe. Wew, dan kata Pak Trio hari ini deadline registrasi. Mikir bentar. Kalau begitu, kukirim email aja ke Ms. Miki dari infocom Singapore yang waktu itu sempet menghubungi saya lewat Lakso.
Dear Miki,
We would like to register for WIMAX Asia 2009 free exhibition and seminars. I’ve tried to register via online registration today, but I’m affraid that I missed because from the confirmation email, it said that the officer is out of office today.
Could you kindly check it and confirm to us whether we’re already registered or not?
…
And again, Miki tiba-tiba nelpon. Ceritanya, Ms. Miki Kong ini marketing officer untuk WIMAX Asia 2009 ini. Ceritanya begini, waktu itu saya minta tolong downloadin brosur ke Lakso, dan harus ngisi datadiri dulu baru bisa download. EH, tiba-tiba ada yang nelpon nawarin ini itu ke Lakso, trus nelpon ke saya juga. Ya itu, Ms Miki itu. Udah gitu nelponnya kayak agresif banget, nawarin Mau ikut conference nggak? Mau ikut conference nggak?. Pakai bahasa Inggris tentunya. Eh, bukan. Singlish (Singaporean English, hehe =D). Jadi yaudah, kupikir kayaknya dia bisa kumintai tolong, siapa tahu dia bantu (ato minimal nelpon lagi, lumayan buat practice english, *loh?*)
Miki: Hello, Mr Yan Syafri?
Me: Yes.
Miki: From the email you said that ‘bla bla bla’ (ngomong dengan nada ga terlalu jelas), would you like to register for the conference?
Me: (mikir bentar) For the conference? No, I just wanna come to free exhibition and seminar.
Miki: Why?
Me: Well, it’s due to ‘bla bla bla’ (bingung njelasin ke Miki, sebenernya intinya karena ga ada duit buat ikutan)
Miki: (merasa ga ngerti ato pura-pura ga ngerti) I’m sorry?
Me: I just wanna come to the free one, not the ‘PAID’ one (kata ‘paid’ nya diperjelas).
Miki: Oohh, Okay (entah maklum ato apa nggak ngerti).
Me: So, do I need to register for the free seminars?
Miki: ‘bla bla bla’
Me: Pardon?
Miki: I’ll arrange it for you.
Me: ….. Oh, thank you.
Miki: Bye bye.
Me: (masih belum clear sih sebenernya) Bye bye.
Cerita ini berawal dari obrolan dengan temanku yang ingin meneruskan sekolah ke janjang lebih tinggi di ITB. Saya baru tahu kalau kurikulum ITB sekarang baru; beda. Semenjak merubah diri dari Program Studi Teknik Elektro menjadi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika. Apanya yang beda? yang jelas lebih terintegrasi. Dan yang paling mencolok adalah munculnya sempalan baru yaitu Information Technology Group.
Saya sendiri lulus dari major Elektronika. Yang menarik perhatian saya kemudian, tentunya, adalah kurikulum major Elektronika, yang kalau untuk graduate study disebutnya Mikroelektronika. Ternyata ga jauh beda! Kirain.
Apa nya yang ga jauh beda? Gado-gado-nya. Saya sudah mencoba buka-buka situs Universitas luar yang menawarkan major di bidang Mikroelektronika. Kurikulum mereka cenderung lebih fokus, kalau boleh saya nilai. Contoh kasusnya adalah pemisahan antara VLSI yang lebih cenderung pada Computer Engineering dengan Nanotechnology yang lebih cenderung pada Microelectronics.
Tapi di ITB? Bayangkan, ada kuliah Intelligent System Design dan Nanotechnology dalam major yang sama. Saya bicara dalam hal graduate programe lho ya, bukan undergraduate. Wajar? Menurut saya tidak. Terlalu lebar dan tidak fokus.
Teman saya berkomentar lain. “Kalau cuma begitu (memisahkan VLSI dengan nanotech-red), dirimu cuma jadi programmer,” katanya.
“Saya rasa elektro itu seperti cubic cube, goal-nya adalah membuat semua sisi mempunyai warna seragam. Tapi kita hanya lihat maksimal 3 sisi. Saat kita puter untuk merapikan satu sisi, kadang kita lupa kalo perputaran itu juga mempengaruhi yang lain. Saat kita putar tanpa memikirkan sisi yang lain, yang terjadi, kita hanya bisa membenarkan warna 1 sisi saja. Padahal masih ada 5 sisi yang ternyata belum rapi. 1 perubahan akan membawa perubahan pada yang lain. Konsiderasi, tidak bisa dilihat hanya 1 sisi.” tambahnya mantap.
Saya antara setuju dan nggak setuju. “Tetep aja cuma 3 sisi yg bisa kita lihat, jangan muter2 tapi ga fokus.”. Jadi nggak bertentangan donk, dengan pernyataanku, bahwa kita perlu fokus dalam mengerjakan suatu bidang, termasuk elektro. Fokus bukan berarti mengabaikan hal-hal lain. Fokus bukan berarti hanya melihat persoalan dari satu sisi saja. Masih inget postingan saya tahun lalu?
Saya setuju dengan perumpamaan cubic cube itu. Dan justru saya melihat lebih dalam lagi, bahwa segala sesuatu bisa dipandang sebagai cubic cube. Coba saja, program studi Teknik Elektronika hanya bagian dari STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika), STEI hanya bagian dari ITB, ITB hanya bagian dari seluruh civitas akademia Indonesia. Lebih jauh lagi, ilmu Elektro ini hanya bagian dari Ilmu-ilmu lain yang saling berkait, lebih jauh lagi, semua adalah bagian dari kehidupan yang dibungkus dalam satu kaidah besar: Islam.
Saya berikan sedikit ilustrasi. Dalam membuat produk bernama “SoC chip”, diperlukan minimal 4 group utama, modeling engineer, RTL engineer (hardware), software engineer, dan layout/physical engineer. Nah, masih-masing group membidangin bidang yang berbeda. Orang software mana ngerti gimana cara layout. Orang modeling mana ngerti gimana bikin software.
Tapu kalau tahu? Yup, tahu. Hanya sekedar tahu tapi tidak mengerti tidak mendalami. Itulah mengapa pentingnya mengadiri meeting rutin antar group, ehehe. Kita mengurusi satu hal (istilahnya 3 bidang cube yang terlihat), tapi bukan berarti mengabaikan sisi bidang lain. Fokus! Beda dengan cuek. Sama halnya dengan kuliah ‘kan? Harus fokus, tapi tidak mengabaikan kuliah-kuliah lainnya.
Kalau mau melihat Elektro sebagai sebuah cubic cube saja, saya pikir kurang. Elektro adalah cubic cube dalam cubic cube yang lebih besar. Seorang engineer elektro tidak hanya hidup dalam ruang linkgup elektronika, tapi juga ruang lingkup masyarakat, negara, bahkan untuk ukuran terkecil: keluarga. Semua ada cubic cube yang harus ditempatkan pada posisi dan porsinya masing-masing.
Much more bigger, everything is a cubic cube in a cubic cube, it’s just a matter about how we manage them so that everything become harmony. (ya2n)
seorang kawan, dalam doa dan salamnya
di berlalunya seperempat abad usiaku
kembali mengenangkanku sebuah kaidah
“bencilah kesalahannya,
tapi jangan kau benci orangnya.”
betulkah aku sudah mampu begitu
pada saudaraku, pada keluargaku
pada para kekasih yang kucinta?
saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka?
tapi itulah yang sedang kuperjuangkan
dalam tiap ukhuwwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya
karena aku tahu, bahwa terhadap satu orang
aku selalu mampu membenci luputnya
tapi tetap cinta dan sayang pada pelakunya
itulah sikapku selalu, pada diriku sendiri
kucoba cerap lagi kekata asy syafi’i
“aku mencintai orang-orang shalih”
begitu katanya, diiringi titik air mata
“meski aku bukanlah bagian dari mereka
dan aku membenci para pemaksiatNya
meski aku tak berbeda dengan mereka.”
ya.. mungkin dia benar
tapi dalam tiap ukhuwwah dan cinta
dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya
aku ingin meloncat ke hakikat yang lebih tinggi
karena tiap orang beriman tetaplah rembulan
memiliki sisi kelam,
yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun
maka cukuplah bagiku
memandang sang bulan
pada sisi cantik yang menghadap ke bumi
tentu, tanpa kehilangan semangat
untuk selalu berbagi dan sesekali merasai
gelapnya sesal dan hangatnya nasehat
sebagaimana sang rembulan
yang kadang harus menggerhanai matahari
-Salim A. Fillah-
1. Orang dari kota solo
selalu ngomong solo plis… mo ke push mo kaga, kaga akan minta bantuan coi.. pantang menjilat ludah sendiri cuy…
2. Orang bacoters
omongannya bikin orang keki, alhasil lo di panas2in sama dia. permainan lo jadi kacau gara2 kesal sama omongannya. tapi tipe orang bacot biasa nya jago mainnya, cuma lo gak senang aja ama glagat nya..
3. Orang perantau dari game online lainnya
bosen coi maen ragnarok, RF, ayodance, dll.. jadi iseng2 nyoba yang nama nya dota. alhasil lo akan kedapetan beban yang bikin lo ke apotik beli panadol.
4. Orang Balancer
ini tipe yang paling di butuhkan dalam team. tapi biasa nya orang tipe ini suka ngomel2 kalo team nya cupu. sebaiknya lu dengerin aja orang2 tipe gene biasa na dewa.. ( asal jgn dewa ahmad daniii )
5. Orang hutan ( binatang donk )
kerjaannya creeeeepppinnngg melolo di hutan. tipe2 hero biasa standar, razor, luna, troll, DT, dll.. mo team ke push mo kaga, gw mo hutan dolo coi… tiba2 keluar dari hutan uda bawa rapier aja coi…
6. Orang buta huruf
kaga bakalan dengerin lo mo command apaan, dia mah maen sendiri. mo lo ngajak nyerang, dia diem aje. alhasil kaga serang2 juga lu nya. uda, ke apotik beli panadol + minyak angin.
7. Orang suka hari raya lebaran
biasanya ketika lo ngajak nyerang, dia bilang.. tar dolo gopek lagi jadi relic neh.. ketika relic na uda jadi, tar dolo say.. dikit lage radience neh.. dan seterusnya dan seterusnya sampe barangnya lengkap baru mo nyerang.., beli lagi deh panadol..
8. Orang billing nya uda dikit
kk serang dah! mo kapan lagi nyerang nya.. sepanjang game dia bilang begitu molo dah. mo barang baru jadi bracer juga di hantem barak nya..
9. Orang Rambo
creeping molo mo map nya kosong, kaga ada ward. tetep creeping.
10. Orang seenaknya
biasanya lo jumpai orang tipe beginian kalo se line berdua. dia nyuruh lo stun, tapi lo nya ga mau karena ada alesan tertentu. langsung dah dia bilang lo copo.. cekakakka.. panadol lage panadol lage… lama2 di warnet jualan panadol juga neh.
11. Orang agi
di jumpai di awal2 permainan, uda ada 3 orang yang milih hero agi, neh orang masa bodo amat, tetep pilih hero agi. ancur dah tuh team.
12. Orang baik hati
biasanya jadi damager, kalo di 6.51 assisst nya paling banyak. item nya biasa mekans, guinso buat team nya. musuh di damage di cicil terus, lalu temannya yang kill. terus, lama lama temannya godlike karena nyampah melolo..
13. Orang ATM
nah, ini tipe orang yang 90% ada dalem team lu. kalo misalnya kaga ada, pasti game berjalan seru banget. tipe2 orang begini ngasi duit ke orang terus. asli, lo bakalan minum panadol extra langsung 2 biji liat orang beginian.
14. Orang gak tau mo maen apa
biasanya selalu milih tipe2 game arnp. kalo pun apnp, dia ketik -random. suatu waktu dia kedapetan hero yang dia ga bisa maen, tetep maksa maen karena duit. ujung2 “kk, ini hero item nya apa ya?”.. ” kk ini hero naekin skill apa dolo?? ” mending maennya jago, ujung2 tetep aja jadi beban
15. Orang humoris
ngelawak melulu sepanjang game. lo bakalan ngakak kalo ketemu yang beginian..
16. Orang ganteng
* game mo di start,
server : siap all?
humoris: tunggu..!!
server : ??
humoris: tar gw nyisir rambut dolo say…
17. Orang ngambek
lo bikin dia tersinggung, dia langsung hutan sampe game selesai. masa bodo amat lo mo bilangin apa juga dia cuek. kalo kasus begini, kita harus pandai2 jaga sikap kalo maen, jangan ampe bikin orang tersinggung. fatal akibatnya.
18. Orang Operator IDGS
salah ngomong dikit, BAN. leaver karena net lo dc atow mati lampu, BAN. cekakak kaga ada amponn!!
19. Orang orang criminal
kerjaannya last hit melulu.. skill nya kaga pernah di pake buat nyicil lawan. pokok nya gw yang dapet kill!!!!
tipe hero biasa nya zeus, lina invers, razor, morph
20. Orang kurang ajar
kalo uda ngerasa menang, kaga mo di abisin. mo bikin orang keki dolo.. ampe lo sakit ati mo keluar fountain aja kaga bisa. frozen throne lo kaga bakalan di ancurin dah.. tipe2 orang begini biasanya kena karma.. wkoakwoakwk..
21. Tipe random
walaupun -apnp masih tetep random, alhasil dapet hero yang ga cocok, -repick lagi…wkwkwkwk….
23. Tipe nurutan
ga pernah ngomong/komen, pokoknya apa yang diperintahin ikut aje, walaupun jadi korban/tumbal, manut aje….salut sama yang kayak ginian…
24. Tipe penyampah sejati
skill ulti/skill damage tertinggi dipake saat nyerang bersama-sama dan dikeluarkan langsung saat darah musuh dah merah…dan selalu dapet KILL-nya!!! kadang tipe kayak gini bikin makan ati (untung dah ada assist) >,<
25. Tipe orang plin-plan
awal-awal udah bingung mau di line mana, apalagi kalo dapet musuh yang nyiksa, langsung minta ganti line…hwahahaha….
26. Tipe jualan panadol
dari awal main udah nawarin rekan setim kalo mau panadol ngomong aja, nanti dianterin…wkwkwkwk
“alhamdulillaah kang”
“menang peringkat 1 dan 3″
Malam itu (19/3) saya dapat pesan dari teman yang sedang berada di Okinawa mengikuti The 12th LSI Design Contest in Okinawa 2009. Hmm, Alhamdulillah, ikut merasakan senang. Seperti ikut merasakan euforia mereka, hehehe.
Ada dua tim yang berangkat ke Okinawa (lolos final), satu tim Nden dkk (Ganesha ANT), satu lagi tim Iman dan Fajar. Ketiganya adik angkatan di Elektro dan sekaligus pernah magang VSilicon (we’re welcoming you to join us after graduation ya!).
Kali ini tema desainnya adalah Small RISC Processor. Desain yang berhasil dibuat teman-teman yang ikut final adalah: “Pipeline Double-Issue MIPS Processor”, dan “1-GHz Small MIPS Architecture with Low-Flush Event and Stall-Rate”. Sekilas dari yang saya baca di paper yang mereka buat: Great! Desain yang bagus. TIdak hanya dari sisi efisiensi arsitektur dan fungsionalitasnya, tapi juga kreatifitas Implementasinya.
Kedua tim memperagakan implementasi processor yang mereka desain untuk menjalankan aplikasi Game. Salah satunya Game Hangman. Hmm, kemajuan yang luar biasa dibanding 2 tahun sebelumnya ketika kami ikut lomba yang sama. Dulu aplikasi desain hanya dibuat setelah tahu lolos final. Kontan saya langsung berpikir, mereka insya Allah lolos! Dan ternyata bukan hanya lolos, tapi juara 1 dan 3. Alhamdulillah.
Prestasi yang terulang dari tahun lalu (2008), juara 1 dan 2. Biasanya untuk juara 1, desain mereka akan masuk dalam Institut of Electronics, Information and Communication Enginers Jepang (IEICE). Dan perlu diketahui bahwa dalam contest ini tidak ada pembedaan antara mahasiswa S1 dan S2. Semua jadi satu dalam penjurian. Ada 10 finalis dari berbagai negara (Jepang, Taiwan, Korea, China, dsb.) yang harus mempresentasikan hasil karya meeka ke dewan juri.
Dari dewan juri tersebut, beberpa diantaranya Wada-sensei dari Ryukyu-Daigaku, Ochi-sensei dari Kyu-tech, perwakilan dari Sony Corp., DesainWave, Xilinx, dan satu orang perwakilan dosen ITB, yang total berjumlah sekitar 10 orang. Contest ini sendiri diselenggarakan oleh LSI design contest committee dan Kyushu Semiconductor Industries and Technology Innovation Association.
Harapan saya pribadi, Indonesia bisa terus melestarikan tradisi yang dimulai sejak 2006 untuk mengirmkan karya-karya-nya dalam ajang internasional ini. Dan membuktikan pada bangsa bahwa kita bisa berkarya di bidang electronics, dan khususnya bagi komunitas chip desain dan electronic industry di Indonesia, menambah gairah dan semangat berkarya mereka. Sekali lagi, selamat untuk 2 tim Indonesia yang berhasil meraih juara 1 dan 3 The 12th LSI Design Contest in Okinawa 2009!
ps. nanti masuk di acara Apa Kabar Indonesia ga ya? Hehe..
(foto-foto Ramadhan 1428H Masjid Al-Muhajirin Sadang Serang)
Setelah membaca postingan Lakso, jadi timbul perasaan rindu yang sepertinya sudah lama terpendam. “Rindu suasana itu, rindu tawa ceria anak-anak itu, rindu senyum sapa bapak-bapak itu, rindu jabat hangat ikhwah itu, rindu semangat kebersamaan itu”. Ah, moga nggak jadi sekedar rindu, tapi semangat yang menggerakkan.