Suatu ketika, seorang ulama atau syaikh mendatangi sebuah kaum. Dia berjumpa dengan salah satu pemuda yang tampak masih segar bugar. Syaikh itu menyapanya lalu bertanya dengan pertanyaan yang biasa dia tanyakan kepada pemuda di kotanya.
“Wahai pemuda, berapa ayat (Al-Qur’an) yang sudah engkau hafal?”
Tanya syaikh tersebut dengan mantap.
“Belum satu pun ayat yang kuhafal”
Pemuda itu menjawab dengan jawaban yang tidak dinyana-nyana oleh syaikh tersebut. Jawaban yang membuatnya kaget. Kontan syaikh tersebut langsung menimpalinya.
“Lalu, dengan apakah engkau “berdendang”??”
…
A picture worth thousand words ;)

Hotel Atlet Century Park, ceritanya ini menginap 2 malam. Hahaha..
Kami berdua, manusia dalam urut pertama
menunggumu disini
berharap menjadi saksi perjuanganmu
perjuangan yang menghantarkan kemuliaan
Kami berdua, manusia dalam urut pertama
berharap asa padamu
engkau menghadapi zaman yang berbeda
maka kami hanya bisa menarik busur
sedang engkau akan meluncur sesuai arah zamanmu walau kami bidik sasaran
Kami berdua, manusia dalam urut pertama
membagikan darah kami
membagikan tetes keringat kami
membagikan kekuatan kami
untuk mendukung perjuanganmu
menghaturkan ilmu dan semangat
Kami berdua, manusia dalam urut pertama
menantimu disini
menanti doa yang menghantarkan kami pada kemuliaan
Sekedar berbagi tips untuk yang ngoprek Joomla. Beberapa waktu lalu saya install Joomla 1.5 dan menemukan masalah kecil pada modul feed (mod_feed) bawaan Joomla 1.5. Masalahnya disebabkan karena saya menginstall Joomla di server yang berada dibalik proxy. Artinya untuk mengambil feed di internet harus melewati proxy tersebut.
Ada dua masalah yang saya temui akibat hal tersebut. Pertama pada saat login admin akan muncul “Error loading feed data” di bagian atas halaman admin. Kemudian ketika saya memasang feed display untuk menampilkan feed dari alamat http://www.detikinet.com/index.php/detik.feed akan muncul error
Warning: fsockopen() [function.fsockopen]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: No such host is known. in ***\libraries\simplepie\simplepie.php on line 6601
Warning: fsockopen() [function.fsockopen]: unable to connect to www.detikinet.com:80 (php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: No such host is known. ) in ***\libraries\simplepie\simplepie.php on line 6601
Cara mengatasinya adalah dengan sedikit mengedit file simplepie.php. Ganti baris berikut :
$fp = fsockopen($url_parts['host'], $url_parts['port'], $errno, $errstr, $timeout);
dengan
$fp = fsockopen(”[proxy address]“,[proxy port]);
Cara tersebut menyelesaikan masalah untuk proxy tanpa otentikasi. Untuk proxy yang menggunakan otentikasi, perlu ditambahkan user dan password otentikasi pada header yang dikirim.
Tambahkan baris berikut :
$out .= “Proxy-Authorization:Basic ” . base64_encode(”[user]:[password]“) . “\r\n”;
setelah baris
$out .= “User-Agent: $useragent\r\n”;
Kebetulan proxy yang digunakan di kantor saya tanpa otentikasi jadi tanpa menambahkan otentikasi, modul feed sudah berfungsi dengan baik untuk menampilkan feed dari internet.
Semoga bermanfaat.
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Q1: Maa awwalu yajibu ‘alal ‘ibaad?
A1: Ma’rifatul amri alladzi kholaqa humullahu lahu.
Q2: Maa dzalikal amru alladzi kholaqa liajlih?
A2: Kholaqallahul insaan lil ‘ibaadatuh.
Q3: Maa hiyal ‘ibaadah?
A3: Ismun jaami’un likulli maa yuhibbullahu wa yardhahu, minal aqwaali wal af’aali, dhaahiratan wa baathinatan.
Q4: Mata yakuunul a’maalu ‘ibaadah?
A4: Idza kamula fiiha syaiun: kamulal hubb, wa kamuladz dzull.
Q5: Maa ‘alaamatu mahabbatul ‘abdi rabbahu?
A5: An yuhibba maa yuhibbuhullah, wa yagdhazbu maa yaghdzabuhullah.
Q6: Bi maa dza, ‘arafal ‘abdu maa yuhibbuhullah?
A6: Bi kitaabullahi wa sunnatu rasuulihi.
Q7: Kam suruutul ‘ibaadah?
A7: Tsalaatun: shiodqul ‘aziimah, ikhlaasun niyyah, wa muwaafiqatun syar’illah.
P1: Apa yang pertama kali wajib bagi setiap manusia?
J1: Mengetahui untuk apa dia diciptakan.
P2: Untuk apa manusia diciptakan?
J2: Untuk beribadah kepada Allah.
P3: Apa itu ibadah?
J3: Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah, baik perkataan maupun perbuatan, baik dzahir maupun batin.
P4: Kapan amalan itu cukup dikatakan sebagai ibadah?
J4: Jika telah sempurna padanya dua hal: sempurnanya kecintaan dan kerendahan kepada Allah.
P5: Apa tanda-tanda cinta kepada Allah?
J5: Engkau mencintai apa yang dicintai Allah, dan membenci apa yang dibenci Allah.
P6: Dengan apa kita mengetahui apa saja hal-hal yang dicintai Allah?
J6: Dengan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.
P7: Berapa syarat ibadah?
J7; Tiga: adanya tekad yang kuat, niat yang ikhlas, dan sesuai dengan tuntunan syari’at Allah. (ps. tekad yang kuat merupakan syarat perlu ibadah, tanpa tekad kuat, ibadah tidak akan terwujud. Kita datang shalat berjamaah karena ada tekad yang kuat, kita shaum sunnah karena ada tekad yang kuat, kita shalat malam karena ada tekad yang kuat)
Sahabat, pertanyaan-pertanyaan diatas adalah pertanyaan-pertanyaan mendasar bagi setiap insan yang hidup di dunia. Pertanyaan logis yang menyentuh relung-relung fitrah setiap jiwa, yaitu pertanyaan tentang untuk apa mereka diciptakan? Bukankah begitu?
Coba kita perhatikan sebuah ayat berikut ini: Wa maa khalaqnassamaawaati wal ardhi wa maa baina humaa laa’ibiin. “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan bermain-main” (Ad-Dukhan: 38) Bahkan semua benda yang ada di muka bumi, di langit, dan diantara keduanya Allah ciptakan dengan tujuan tertentu. Begitu pula kita, manusia, yang oleh Allah diciptakan dengan istimewa karena diberi pilihan dengan akal dan hawa nafsu. Maka jalan manakah yang akan kita pilih? Allahummahdinaa, ya Allah, tunjukillah kami jalan yang lurus. Amiin.
Silvery autumn candlelight chills the painted screen,
A little fan of light silk flaps the streaming fireflies.
Cool as water, the night sheen of the steps into the sky.
She lies and watches the Weaver Girl meet the Herdboy Star.
http://www.nybooks.com/shop/product?product_id=7651
ps. postingan iseng :p
Tak sengaja ketika melihat acara wisata di tv, ketemu dengan ini, tembang yang biasa dinyanyikan oleh anak-anak tanah Jawa jaman dulu. Tembang ini digubah oleh Sunan Kalijaga yang konon terkenal dengan metode dakwah dengan pendekatan budaya masyarakat Jawa.
Melihat lirik ini jadi teringat akan suasana alam jaman dulu, membayangkan anak-anak bermain berlarian di lapangan, bermain-main di sawah, dan bermain alat-alat permainan tradisional di joglo. Bagi Anda yang lahir dan dibesarkan di tanah Jawa jaman dulu pasti bisa membayangkan betapa eloknya pemandangan itu. Berikut ini liriknya.
Lir ilir, lir ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon
Penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo mbasuh dodot ira
Dodot ira, dodot ira
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomono, Jlumatono
Kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak’o surak hiyo …
Ada yang bisa menerjemahkan karya Sunan Kalijaga ini?
ps. gambar saya ambil dari link ini.