Archive for October, 2008

Negara-negara dengan laju penggundulan hutan (deforestasi) terbesar di dunia seperti Indonesia, Brasil dan Kongo menjadi faktor pendorong emisi gas-gas rumah kaca (GRK) serta mempercepat dampak berbahayaperubahaan iklim yang telah kita rasakan. Indonesia kehilangan hutan lebih cepat dari negara-negara pemilik lain di dunia. Merujuk data FAO (2006), hutan Indonesia berkurang 1,8 juta hektar per tahun, menempatkan Indonesia menduduki peringkat ketiga negara pengemisi gas-gas rumah kaca (GRK) terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan China. Penggundulan hutan (deforestasi) adalah sumber utama emisi Indonesia.

Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan tigaperempat luas kawasan hutan alamnya (sekitar 72%) dan dari jumlah tersebut 40% telah hilang sama sekali.

Faktor utama pendorong tingginya deforestasi di Indonesia adalah pembalakan skala besar untuk industri kertas, kayu, pembukaan lahan gambut untuk perluasaan kelapa sawit dan kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun untuk pembukaan hutan. Banjir, kekeringan, perubahan pola iklim akan mempengaruhi ketahanan pangan yang salah satunya disebabkan hancurnya hutan di Indonesia.

Moratorium tidak hanya membantu menghentikan emisi GRK, tetapi juga melindungi keanekaragamanhayati, melindungi kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hutan di seluruh Indonesia.

Sekitar 30000 orang masyarakat Indonesia telah bergabung bersama kami sebagai Pembela Hutan Indonesia atau Forest Defenders Indonesia (FDI). Ayo, bergabung bersama kami untuk mendesak Presiden menetapkan secepatnya moratorium deforestasi.

Klik di sini atau gambar di atas untuk mengisi petisi.

2 Bulan

ini…… akan terasa cepat sekaligus lambat.

Terasa cepat ketika sedang diburu-buru waktu, deadline, pekerjaan, dan masalah. Membuat kita berkata, “Aduh bentar lagi deadline!”.

Terasa lambat ketika dihadapkan pada penantian, apalagi penantian panjang mendebarkan. Membuat kita berkata, “Kapan ya, hari itu tiba?”.

Ah, hidup memang penuh warna. Adakalanya hitam atau putih, merah atau kuning, hijau atau lembayung, semua memberikan kontribusinya masing-masing. Pangkal dari semua itu adalah syukur dan sabar, rasa yang akan membuat komposisi hidup kita tetap menarik, cerah, dan tidak membosankan, insya Allah :)

Cinta yang Salah



“Amor vincit omnia”
, cinta mengalahkan segalanya.

Sebagian orang menganggap kisah cinta Romeo dan Juliet sebagai romantisme cinta sejati. Mari kita perhatikan kisahnya.

Romeo adalah putera tuan besar Montague yang bermusuhan dengan tuan besar Capulet, ayah Juliet. Keluarga Montague dan Capulet bermusuhan. Ketika Romeo berkata “What’s in a name?”, bagi Juliet nama Montague di belakang Romeo sangat merisaukan. Nama yang menyiratkan musuh nyata bagi keluarganya.

Ketika Romeo mendatangi Juliet berhadapan dengan tuan besar Capulet, maka dia ditolak. Cinta bagi Romeo adalah duka yang mengiris pedih ketika menghadapi kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Rindu mereka menguras air mata dan melelahkan pikiran. Hingga tibalah saat klimaks, Romeo menengguk racun di hadapan jasad Juliet yang pura-pura mati. Begitu siuman, Juliet segera mencium mesra bibir Romeo yang belepotan racun. “Kepak sayap mereka yang lembut”, tutur Shakespare menutup kisah, “Adalah kepak sayap cinta”.

Shakespare dengan gaya tutur sastranya telah membungkus kisah cinta yang salah dengan kelabut cinta sejati. Cinta, ala Romeo dan Juliet, adalah sesuatu yang akhirnya membuat mereka bunuh diri, sebagaimana cinta ala Qais yang menjadikannya gila karena Layla Majnun, dan sederetan kisah-kisah cinta salah lainnya.

Mari kita simak penuturan Lauren Slater pada majalah National Geographic Februari 2006 yang mengangkat tema “Love, the Chemical Reaction”. Kata Lauren, “Love and obsessive compulsif disorder could have a simillar chemical reaction”. Maknanya kurang lebih, mungkin akan sulit membedakan antara cinta dan penyakit mental. Sebagaimana kejadian yang dialami oleh Romeo dan Juliet, sulit untuk tidak mengatakan bahwa terdapat semacam gangguan mental, istilah Lauren, obsessive compulsif disorder.

“Gangguan jiwa”, kata Fauzil Adhim dalam bukunya Disebabkan oleh Cinta, “tidak datang secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari proses hidup yang panjang”. Tidak ada sebenarnya orang gila karena putus cinta. Yang ada adalah orang dengan jiwa yang rapuh, lalu ketika sebuah peristiwa menghentak keras, jiwanya hancur berkeping-keping.

Penjelasan apik disampaikan Anis Matta dalam serial cintanya, “Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini, kita mencintai seseorang lalu menggantungkan kebahagiaan kita pada sebuah kehidupan bersamanya. Maka ketika ia menolak, -atau tak beroleh kesempatan-, untuk hidup bersama kita, itu menjadi sumber kesengsaraan”. Kita menderita bukan karena cinta, tapi karena menerjemahkan cinta itu sebagai kebersamaan. Baginya, kehidupan bersama yang penuh romansa adalah harga mati. Maka baginya, kalau tidak bisa hidup bersama, mati bersama pun cukuplah.

Ya, ada yang salah dalam mengartikan cinta. Kalau saja ‘mencintai’ itu sudah cukup membuat bahagia, tentu mereka tidak akan risau jikapun ‘tak dicintai’. Mereka tidak akan risau, jikapun tidak bersama. “Amor vincit omnia”, cinta mengalahkan segalanya. Cinta diterjemahkan secara salah menjadi bumerang bagi jiwa yang ‘mencintai’.

Teman saya memberikan definisi favoritnya tentang cinta: “Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi, dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejawantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apa pun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi”.

Kekuatan Cinta

Kita tentu pernah mendengar teori segitiga cinta yang dikenalkan Sternberg. Cinta mengandung tiga komponen: keintiman (intimacy), gairah (passion), dan komitmen (commitment).

Keintiman (intimacy) adalah elemen emosi yang didalamnya terdapat kehangatan, keakraban, dan hasrat menjalin hubungan. Gejala yang tampak dari keintiman bisa berujud perasaan bahagia ketika dekat dengan seseorang, menikmati cakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu, dan keinginan untuk bergandengan tangan (*ehm) atau saling merangkul bahu. Gairah (passion) adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual. Sementara komitmen (commitment) adalah elemen kognitif, berupa keputusan dan tekad untuk tetap dan sinambung menjalankan kehidupan bersama.

Keintiman dan gairah tanpa komitmen adalah romantic love, gairah dan komitmen tanpa keintiman akan memunculkan fatous love, sedangkan komitmen dan keintiman tanpa gairah menghasilkan compansionate love. Jika keintiman, gairah, dan komitmen bersatu maka inilah cinta ideal yang diistilahkan consummate love.

Sternberg yang berlatar belakang Barat kemudian mendefinisikan tahapan cinta bermula dari keintiman, gairah, lalu berbuah komitmen yang ditandai dengan pernikahan. Terlepas dari perdebatan shahih tidaknya teori Sternberg, ada rasa penasaran yang ingin saya ketahui dari pasangan tua yang berhasil merawat cinta dalam waktu lama.

Sebut saja Nursiwan (76) dan Mainar (72), dalam “Setengah Abad Merawat Cinta” edisi khusus Tarbawi, “Ia meyebutkan bahwa yang penting dalam rumah tangga itu saling menghargai. Se-iya se-kata. Saling mengerti satu sama lain”, lebihnya, “Kita saling mengerti, itu obat dalam rumah tangga, yang lain tidak ada. Kalau ada masalah jangan dipendam, dipendam berdua tidak apa-apa, tapi jangan sampai orang lain tahu.”, lanjut Tarbawi, “Komitmen juga selalu dipegang istrinya, Mainar. Dia juga tidak pernah melaporkan urusan rumah tangganya kepada orang tuanya.”

Ya, komitmen sebenarnya inti kekuatan cinta. Saya mencoba sedikit memperluas makna komitmen dari tidak sekedar keputusan untuk ‘hidup bersama’ seperti kata Sternberg, tapi komitmen juga berarti memberi bukan meminta, memahami bukan menuntut, rela berkorban bukan bukan hitung-hitungan, aktif bukan pasif. Komitmen adalah kesetiaan. Ya, itulah letak kekuatan cinta.

Dari komitmen kita berangkat mengarungi dunia cinta. Dengan komitmen, tidak akan muncul rasa putus asa, kegilaan, ataupun kesengsaraan sebagaimana cinta ala Romeo dan Juliet. Tentu komitmen tertinggi adalah komitmen terhadap nilai-nilai Ilahi yang ada dalam risalah yang dibawa Kanjeng Nabi. “Karena”, kata teman, “cinta datang karena datangnya sebab, hilang karena ilangnya sebab”. Maka cinta lah karena Allah, sumber yang tak akan pernah sirna. Semburatkan senyum kepada setiap orang yang kita cintai, lalu berbagi lah kebahagiaan dengannya. Satu kalimat untuk setiap pasangan Muslim, semoga barokah menaungimu. Jangan salah artikan cinta. Akhukum fillah, maaf kalau tidak komprehensif.

Satu kata cinta Bilal: “Ahad!”
Dua kata cinta Sang Nabi: “Selimuti aku..!”
Tiga kata cinta Ummu Sulaim: “Islammu, itulah maharku!”
Empat kata cinta Abu Bakar: “Ya Rasulullah, saya percaya..!”
Lima kata cinta Umar: “Ya Rasulullah, ijinkan kupenggal lehernya!”

(Terima kasih Mas Salim, bukunya, inspiring, maaf saya kutip-kutip seenaknya! Baru tahu, akhirnya nasyid IQOSS diterbitkan juga, hehe :))

Iseng-iseng surfing nemu resep kue cinta.

Menulis Lagi

Menulis bagi saya adalah salah satu cara untuk refreshing sekaligus latihan otak. Seperti makanan dan olah raga bagi tubuh, menulis bisa membuat otak menjadi semakin sehat.br /br /Mengapa? span style=”font-weight: bold;”Pertama/span, menulis menuntut orang untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam benaknya, dan ini tidak bisa dilakukan dengan mudah kecuali orang tersebut memahami betul ihwal apa yang sedang dipikirkannya. Orang akan terstimulus untuk mencoba mengendapkan pikiran, merenungi, dan menata kembali ruang-ruang ide yang berserakan menjadi sebuah gagasan yang mantap. Dengan begini otak kita akan terlatih untuk terbiasa berfikir, merenungi, lalu menyusun semuanya menjadi sebuah gagasan yang jelas dan tersusun rapi.br /br /span style=”font-weight: bold;”Kedua/span, menulis akan melatih kemampuan bahasa kita. Ketika sebuah gagasan sudah tersusun rapi di benak kita, maka saatnya memilih kata yang tepat untuk mengejawantahkannya dalam tulisan. Ini memerlukan ketrampilan dan jam terbang yang tinggi. Jujur saja, nilai psikologi saya untuk pemilihan kata, kosakata, dan semacamya tergolong paling rendah. Dan jujur saja, setelah sekian lama mencoba, tetap pemilihan kata ini yang paling menghalangi saya untuk menulis.br /br /Mungkin seperti melukis, ada orang yang berbakat, ada orang yang tidak berbakat. Terlepas dari perdebatan akan adanya bakat atau tidak, yang jelas semuanya bisa dilatih, dan endurance seseorang untuk terus mencoba (jam terbang) yang akan menjawabnya. Satu tips untuk Anda dan kita semua. Biarkan tulisan mengalir apa adanya, jaga agar airnya tetap mengalir dan tidak berlama-lama tersendat, lalu jika aliran itu kurang indah kita benahi diakhir nanti. Yah, itulah mengapa setiap penulis, profesional sekalipun, tetap membutuhkan seoarang editor. Hehe.br /br /Eits, kok malah ngelantur kemana-mana. OK saya simpulkan, bahwa menulis juga menjadi latihan kemampuan bahasa atau kosakata, dan konon “latihan” ini sangat terasa pengaruhnya bagi otak kita, seperti fitnes bagi kebugaran tubuh.br /br /span style=”font-weight: bold;”Ketiga/span, menulis adalah refleksi dari pembelajaran kita. Seseorang akan menulis apa yang dia ketahui, lebih spesifik lagi apa yang dia baca. Ya, menulis dan membaca seperti “tumbu ketemu tutup” (tong dengan tutupnya), sangat erat hubungannya. Ini saya alami sendiri. Ketika kita terlalu disibukkan dengan rutinitas sehari-hari kemudia jarang membaca, untuk memulai menulis jadi terasa sulit. Oleh karena itu, dengan keinginan untuk menulis akan mendorong kita untuk mempunyai keinginan banyak-banyak membaca juga.br /br /Tentu dibalik kesemua manfaat positif menulis, ada sekian banyak manfaat-manfaat lainnya. Salah satu contoh, menulis sebagai agen perubahan, perubahan kepada pemikiran yang lebih baik. Yah, tapi bolehlah dalam tulisan ini saya membatasi aspek tulis-menulis sebagai sarana refreshing dan latihan otak saja.br /br /span style=”color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;”Media Menulis./spanbr /br /Blog sebagai salah satu media tulis, sampai saat ini menurut saya masih menjadi media yang paling efektif bagi pemula. Saya sendiri tidak dekat dengan dunia para penulis, apakah mereka juga memanfaatkan media semaca blog juga? Saya pikir iya.br /br /Nah, satu kalimat penutup. Pengalaman saya, sebagai penulis amatiran, jangan lama-lama menyelesaikan tulisan. Tulis-menulis bagi saya identik dengan mood juga. Kecuali orang yang pandai memanage otak dan pikirannya sehingga bisa menjaga mood, maka segeralah selesaikan tulisan, karena kita tidak tahu kapan “bad-mood” itu akan muncul. Sekian dari saya, enjoy.

Wordpress 2.6.3

Seri wordpress terbaru, Wordpress 2.6.3, berisi update file class-snoopy.php

A vulnerability has been discovered in Snoopy, which can be exploited by malicious people to compromise a vulnerable system.

Input passed to the “_httpsrequest()” function isn’t properly sanitised before being used in an “exec()” call. This can be exploited to inject arbitrary shell commands via a script calling the “fetch()” or “submit()” function with an URL controlled by the attacker.

WordPress uses Snoopy to fetch the feeds shown in the Dashboard. Although this seems to be a low risk vulnerability for WordPress users, we wanted to get an update out immediately.

Bagi yang sudah punya Wordpress 2.6.2, langsung donlot aja 2 file berikut, timpa di folder wp-includes
http://trac.wordpress.org/export/9310/tags/2.6.3/wp-includes/class-snoopy.php
http://trac.wordpress.org/export/9310/tags/2.6.3/wp-includes/version.php

Full version ada di http://wordpress.org/download/
:sip:

Pelayanan pelanggan? Emang ada ya?

Berdasarkan pengalaman pribadi, puluhan kali mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina, yang bersertifikasi Pasti Pas! sekalipun, kok gak ada ya yang namanya pelayanan kaya di iklan tipi itu, “operator akan mengucapkan selamat pagi/siang/malam, menunjukkan angka nol, dan mengucapkan terimakasih dengan ramah” (nyomot dari websitenya Pasti Pas).

Standar operasi semacam itu aja tidak dijalankan dengan benar, apalagi yang terjadi kaya di salah satu iklannya yang pake acara joget2 itu.

:hihi:

Parahnya lagi terjadi diskriminasi antara konsumen yang menggunakan mobil dengan konsumen yang menggunakan sepeda motor. Yang lebih tersiksa tu motor2 yang mau beli Pertamax atau Pertamax Plus, masa’ diikutin ke antrian Premium? Padahal ada pompa yang nganggur, eh dibilang “motor sebelah sana“, meskipun ada juga beberapa SPBU, tapi sedikit, yang ngasih antrian khusus motor yang mau beli Pertamax atau Pertamax Plus.

:waaa:

Hal yang berbeda terjadi ketika mengisi bahan bakar di salah satu SPBU milik asing yang mulai banyak bertebaran di Jabotabek, Shell. Ketika masuk ke SPBU, langsung kita diarahkan ke pompa yang kosong. Operatornya juga menyapa dengan ramah “selamat pagi/siang/sore, mau beli yang Super atau Super Extra?“. Setelah melakukan pembayaran, sang operator akan memberikan struk (dan uang kembalian) dengan senyum yang ramah sambil mengucap terima kasih. Fasilitas isi angin dan air juga tersedia, ada operatornya pula.

Jujur aja, dengan pelayanan yang seperti ini, konsumen bakal merasa lebih dihargai. Selain kualitas BBM yang jelas lebih terjamin tentunya. Harga sama, pelayanan lebih baik, juga lebih efisien waktu. Cuman sayangnya belum banyak tersebar merata nih SPBU asing tersebut. Ah…

I’m 23 today..

:hore:

Originally posted by kiko_koki.

Tips 1 – Content
Curriculum Vitae adalah sebuah resume yang berisi informasi tentang seseorang. Sebenernya bikin CV itu ngga rumit kok, hanya banyak orang yang kurang paham bagaimana cara membuat resume yang “tepat” tentang dirinya sendiri. Pada dasarnya ada beberapa point penting yang “harus masuk” ke dalam sebuah resume seorang graphic designer.

1. Data Personal
Bagian ini sebaiknya di-emphasis, harus standout dari informasi lainnya, karena ini adalah identifikasi pertama ketika orang melihat CV. Umumnya berisi:

  • Nama Jelas
  • Nama Panggilan (boleh ditambahkan)
  • Alamat Jelas
  • Nomor telepon yang aktif (wajib!) Handphone, Rumah (kalau ada)
  • e-mail
  • dan lainnya.

2. Data Personal (Tambahan)
Boleh diisi dengan marital status, hobi dan minat yang relevan, religion, dan beberapa info tambahan lainnya. Tapi mendingan jangan terlalu banyak, nanti jadi crwoded malah kaya’ bikin profile di Facebook

:ngakak:

3. Objective
Bagian ini berisi tentang pandangan kita. Rencana kita kedepan, posisi yang diharapkan, dan apa yang bisa kita berikan ke perusahaan. Kasarnya, kita bisa ngasih apa sih ke perusahaan itu? Kalo kata Employer :
apa untungnya kalo gue hire lo?

4. Pengalaman Kerja (Work Experience)
Listing semua pengalaman kerja disini, dan pastiin job title / posisi saat di perusahaan itu disebutin. Lama bekerja juga sebaiknya disebutin. Lebih baik lagi kalo dibikin deskripsi, ceritain dengan kalimat singkat tentang apa yang kita kerjain di perusahaan tersebut, tanggung jawabnya seberapa, dll. Oh iya, kalau pernah dapet Job Freelance sebaiknya juga dimasukin, tapi dipisahin dari Fixed Job, kecuali freelancer sejati. Diurutin mulai dari pekerjaan terakhir.
Contoh:

XYZ Company (Oktober 2006 – April 2008)
sebagai Graphic Designer
Bertanggung jawab dalam mengerjakan seluruh pekerjaan desain, mulai dari layout hingga Final Artwork. Bekerja secara teamwork dan individual, memberikan laporan mingguan kepada Art Director. Dan bla bla bla.
Klien yang pernah ditangani: Brand A, Brand B, Brand C, dst.

5. Pendidikan (Education)
Di bagian pendidikan boleh diisi dengan pendidikan formal dan informal. Formal biasanya sekolah dan kampus kita. Kalo Informal itu kursus-kursus dan semacamnya. Dalam me-listing di bagian ini sebaiknya diurut mulai dari pendidikan yang terakhir. TK, SD dan SMP mendingan ga usah dimasukin. Ga terlalu penting juga, lagian bisa bikin penuh halaman aja.

6.Capabilities
Bagian ini biasanya memuat segala macam kemampuan yang dimiliki seorang graphic designer. Ada beberapa informasi yang bisa kita masukin di bagian ini:

Software Capabilities
Program desain apa saja yang kita kuasain, apabila kita dapat bekerja di platform Windows OS dan Mac OS sebaiknya dicantumkan. Ketika me-listing program-program yang kita kuasain, juga sebaiknya ga usah diulang-ulang. Misalnya kita bisa menggunakan Adobe Photoshop versi manapun, ga perlu ditulis bisa Photoshop 7, Photoshop CS, Photoshop CS2, CS3, dst. Toh sama aja khan intinya? Hal kaya’ gini cuma menuh-menuhin CV aja, dan ga penting buat disebutin.

Printing Process Knowledge
Penting rasanya bagi seorang desainer grafis buat mengerti tentang proses cetak. Jika kita mengerti tentang proses ini sebaiknya disebutin juga. Mulai dari Pre-Press, Press, Post-Press, bikin Final Artwork, sampai bikin dummy (mock-up).

Basic Knowledge for Designer!
Layout, Typography, Color Theory, dll

Pengetahuan Tambahan yang Relevan
Adalah suatu nilai tambah bagi seorang desainer kalo dia punya (meskipun sedikit) wawasan tentang Branding, Mass Communication, Advertising knowledge, Photography, dan hal lain yang relevan. Kalau kita paham salah satu atau beberapa diantara itu, sebaiknya dimasukin. Bisa ditulis misalnya, Good understanding on brand.

Kemampuan Berbahasa
Bagi yang punya kemampuan berbahasa asing sebaiknya dimasukin. Misalnya Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Prancis, dll. Dan kalo kita ga pede sama kemampuan berbahasa kita, tulis aja: Passive. Kata-kata yang useful misalnya: Fluent in English both written and oral (passive). Kalo yang pernah ikutan TOEFL boleh aja cantumin score-nya.

7.Activities / Organization / Community
Kalau kita aktif di dalam suatu komunitas, ngga ada salahnya sebutin semua aktifitas kita yang relevan dengan dunia desain. Misalnya ikut forum-forum desain di internet, milis, atau organisasi di kampus (buat yang masih kuliah). Dengan begitu, akan memberikan kesan kalo kita itu termasuk orang yang aktif bersosialisasi. Karena di dalam sebuah pekerjaan desain, biasanya kemampuan individu maupun Team Work sangat penting.

8. Workshop & Seminar
Buat temen-temen yang pernah ikutan workshop atau seminar di kampus-kampus atau dimanapun, masukin aja di dalam cv. Tulis dengan jelas apa nama acaranya, tanggal, tempat, dll. Bagian ini lumayan buat value-added kita sebagai graphic designer.

9. Achievement
Ini ajang unjuk prestasi. Listing aja prestasi yang pernah dicapai (kalau ada). Misalnya Juara Lomba Desain bla bla bla, atau apalah yang sekiranya menurut kita itu termasuk sebuah prestasi. Tapi kalau memang belum ada, bagian ini ga perlu dicantumin. It’s ok.

Tips 2 – Package
Okay, kalau kita udah paham tentang isi dan cara menyusun sebuah CV, sekarang saatnya membuat tampilan CV jadi menarik. CV seorang desainer adalah first impression ketika dia melamar. Karena biasanya CV dateng duluan daripada orangnya Kalau CV-nya OK, baru di-interview. Jadi jangan lewatin kesempatan buat menarik perhatian para pengambil keputusan (Employer).

Dari sekian banyak CV yang pernah gw liat, pada dasarnya ada 2 kategori (style) layout:

  • Creative Funky & Youthful Style
  • Conservative & Clean

Kita dapat memakai salah satu atau menggabungkan 2 gaya tersebut. Tapi yang terpenting JANGAN BERLEBIHAN (sesuatu yang berlebihan bisa mengacaukan segalanya). Fresh Graduate biasanya lebih senang dengan gaya layout yang Funky Funky Style, karena biasanya mereka butuh perhatian yang lebih (it’s okay). Tapi seorang desainer yang sudah berpengalaman mungkin akan lebih senang pakai Layout yang bersih dan konservatif, karena beberapa alasan.

Jadi, keputusan ada di tangan masing-masing, mau pakai gaya yang mana. Yang penting jangan terjebak untuk mempercantik CV jadi terlalu berlebihan, sehingga cenderung NORAK daripada ARTISTIK. Ingat, seorang desainer masih punya tempat lain untuk SHOWOFF, yaitu PORTFOLIO.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna dalam melayout sebuah CV, ga peduli mau pake gaya yang mana. Sebaiknya kita ga menggunakan terlalu banyak elemen grafis, biar Tipografi yang berbicara. Perhatikan dengan baik alignment yang kita pakai, Flush Left biasanya cukup baik untuk memudahkan pembacaan, dan pengaturan tracking, kerning, leading yang baik biar tampilan makin enak diliat. Bodytext HARUS jelas terbaca, Head bisa lebih BOLD supaya bisa ngebedain keduanya. Sebaiknya hindarin font yang dekoratif dan fancy untuk bodytext, kalo Head masih oke lah. Better use Serif or Sans Serif I think.

CV sebaiknya ngga lebih dari 2-3 halaman. Dan Font size jangan pake yang terlalu kecil, susah bacanya euy. Biasanya ideal 9-10 point, atau paling minim 8 point (sebaiknya jangan). Remember, yang baca CV bisa jadi bukan hanya orang kreatif, tp HRD, Account, dan lainnya juga. Kalau yang udah tua disuruh baca teks kecil-kecil, forget it.

Ngga ada yang baku dalam membuat CV yang baik, tapi pada kenyataannya banyak orang yang bingung, ngga ngerti mesti gimana cara bikinnya. Yang paling penting adalah Be Honest. Jujur ama diri sendiri, Informasi yang ada di dalam CV adalah rangkuman singkat tentang diri kita (Personal Data), apa yang telah kita kerjakan (Work Experiences), apa yang dapat kita lakukan (capabilities), apa yang pernah kita capai (achievement, education), dan apa yang menjadi pandangan kita, ekspektasi, dan rencana ke depan (objective). Jangan pernah berbohong tentang CV. Karena bisa jadi saat interview, kita harus bisa mempertanggung-jawabkan semua yang telah kita tulis di dalam CV.

Indonesia Salary Handbook 2008/09

Bagi yang lagi nyari kerja, pengen pindah kerja, pengen nego gaji lagi, atau cuma pengen liat-liat gaji, ebook ini mungkin bisa membantu - meskipun tidak selalu bisa jadi patokan karena berdasarkan opini yang beredar, gaji-gaji yang masuk ke dalam handbook ini merupakan gaji perusahaan-perusahaan besar.

Dibuat oleh Kelly Services. Yang berminat silakan download di sini atau di sini.

:sip:

SMS Silaturahim

Tentu saja semua sepakat bahwa silaturahim pastilah membutuhkan pengorbanan. Karena setiap amal membutuhkan pengorbanan. Dan apapun pengorbanan untuk silaturahim itu, Insya Allah mendapatkan balasan dari Allah. Dalam Idul Fitri, sudah lumrah di negeri kita untuk silaturahim, baik dengan saling saling mengunjungi ataupun saling berkirim kartu ucapan atau sekedar bertegur sapa lewat SMS. Dan SMS yang [...]