Archive for August, 2008

Link IDWS : Band of Brothers

Mini Seri tentang Perang Dunia II. 2 Jempol untuk mini seri ini. Benar-benar sentuhan apik dari sang maestro Steven Spielberg, termasuk propaganda “Holocaust” -terlepas dari ketidaksahihannya- yang dikemas secara nyaris sempurna di tengah-tengahnya.

Langsung saja, ini dia link downloadnya di IDWS. (Indonesian IP only), ukuran tiap file sekitar 700 MB.

All credits go to the original uploader!

Band of Brothers_01_Currahee.avi

Band Of Brothers_02_Day Of Days.avi

Band Of Brothers_03_Carentan.avi

Band Of Brothers_04_Replacements.avi

Band Of Brothers_05_Crossroads.avi

Band Of Brothers_06_Bastogne.avi

Band Of Brothers_07_The Breaking Point.avi

Band Of Brothers_08_The Last Patrol.avi

Band Of Brothers_09_Why We Fight.avi

Band Of Brothers_10_Points.avi

Band of Brothers subtitle.zip

Meitantei Conan, itulah judul aslinya. Pertama kali kenal waktu masih SMP kelas 1, saat adik sepupuku beli komiknya di Gramedia. Sudah lebih dari 10 tahun berlalu, ceritanya gak tamat-tamat juga.. jujur aja aku juga sudah bosan baca komiknya ataupun ngikutin serial animenya. Tapi kebosanan itu tidak berlaku untuk versi The Movienya.

Sampai sekarang sudah ada 11judul Detective Conan The Movie, dan kabarnya yang ke-12 juga sedang dalam tahap produksi.
Hmm.. daripada terlalu bertele-tele, langsung saja ini dia link-nya di server IDWS (Indonesian IP Only). Ohya, credit goes to th original uploader.

Detective Conan Movie 1 - The Timed Skyscraper.rm

Detective Conan Movie 2 - The 14th Target.rmvb

Detective Conan Movie 3 - The Last Wizard of the Century.rm

Detective Conan Movie 4 - Captured In Her Eyes.rm

Detective Conan Movie 5 - Countdown to Heaven [Part1].rm

Detective Conan Movie 5 - Countdown to Heaven [Part2].rm

Detective Conan Movie 6 - The Phantom of Baker Street [Part 1].rm

Detective Conan Movie 6 - The Phantom of Baker Street [Part 2].rm

Detective Conan Movie 7 - Crossroad in the Ancient Capital.rmvb

Detective Conan Movie 8 - Magician of the Silver Sky.rmvb

Detective Conan Movie 9 - Strategy Above the Depths.rmvb

Detective Conan Movie 10 - Private Eyes Requiem.mp4

Detective Conan Movie 11 - Jolly Roger in the Deep Azure.avi

ps: Ukuran sekitar 150-250 MB untuk tipe .rm .rmvb dan .mp4; dan 700 MB untuk tipe .avi

jika cinta adalah kerinduan
maka jadikanlah rindu ini dalam dzikir pada-Mu
………………………

Dirgahayu

dir-ga-ha-yu a berumur panjang (biasanya ditujukan kpd negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): – Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia (Dikutip dari http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/)

Belakangan dalam menyambut HUT kemerdekaan RI ke 63 banyak kita jumpai spanduk atau tulisan “Dirgahayu Republik Indonesia” atau “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” atau sejenisnya. Merujuk pada arti kata dirgahayu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya kutip diawal, orang yang menulis “Dirgahayu Republik Indonesia” saya anggap mendoakan agar Republik Indonesia panjang umur, sedangkan yang menulis “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” berarti mendoakan agar Kemerdekaan Republik Indonesia panjang umur. Berbagai tulisan di media cetak maupun online membahas mengenai mana yang benar antara dua kalimat itu secara kaidah bahasa. Biarlah mereka yang ahli dibidang itu yang membahas masalah tersebut. Di tulisan ini saya ingin membandingkan umur negara kita sekarang ini dengan umur negara-negara yang pernah berjaya di dunia.

Berikut adalah umur beberapa negara yang pernah berjaya di dunia dari berbagai sumber:

  1. Roman Republic & Roman Empire : 984 tahun
  2. Mongol Empire : 162 tahun
  3. Umayyad Dynasty : 90 tahun
  4. Abbasid Dynasty : 508 tahun
  5. Majapahit : 207 tahun
  6. Sriwijaya : kurang lebih 1100 tahun
  7. Soviet Union : 69 tahun

Umur negara kita yang “baru” 63 tahun ini ternyata relatif masih muda. Bahkan kalau boleh dibilang belum mencapai masa kejayaannya. Negara-negara yang saya sebutkan diatas pernah mengalami masa kejayaan, hingga ketika masa kejayaannya mungkin tidak ada orang yang akan mengira bahwa negara mereka akan pecah atau bahkan musnah. Siapa yang menyangka ketika Mongol berhasil menguasai eropa timur hingga jepang dan cina, mereka akan menjadi negara yang relatif terpuruk sekarang ini. Dulu ketika Romawi mencapai wilayah terluasnya dibawah Kaisar Trajan, siapa yang mengira bahwa kerajaan mereka akan runtuh. Kemudian bagaimana dengan Indonesia 100 tahun kedepan?

Indonesia 100 tahun kedepan belum tentu masih ada. Di pundak rakyatnya lah eksistensi Indonesia digantungkan.

Selamat HUT Kemerdekaan RI ke 63.

Dirgahayu

dir-ga-ha-yu a berumur panjang (biasanya ditujukan kpd negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): – Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia (Dikutip dari http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/)

Belakangan dalam menyambut HUT kemerdekaan RI ke 63 banyak kita jumpai spanduk atau tulisan “Dirgahayu Republik Indonesia” atau “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” atau sejenisnya. Merujuk pada arti kata dirgahayu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya kutip diawal, orang yang menulis “Dirgahayu Republik Indonesia” saya anggap mendoakan agar Republik Indonesia panjang umur, sedangkan yang menulis “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia” berarti mendoakan agar Kemerdekaan Republik Indonesia panjang umur. Berbagai tulisan di media cetak maupun online membahas mengenai mana yang benar antara dua kalimat itu secara kaidah bahasa. Biarlah mereka yang ahli dibidang itu yang membahas masalah tersebut. Di tulisan ini saya ingin membandingkan umur negara kita sekarang ini dengan umur negara-negara yang pernah berjaya di dunia.

Berikut adalah umur beberapa negara yang pernah berjaya di dunia dari berbagai sumber:

  1. Roman Republic & Roman Empire : 984 tahun
  2. Mongol Empire : 162 tahun
  3. Umayyad Dynasty : 90 tahun
  4. Abbasid Dynasty : 508 tahun
  5. Majapahit : 207 tahun
  6. Sriwijaya : kurang lebih 1100 tahun
  7. Soviet Union : 69 tahun

Umur negara kita yang “baru” 63 tahun ini ternyata relatif masih muda. Bahkan kalau boleh dibilang belum mencapai masa kejayaannya. Negara-negara yang saya sebutkan diatas pernah mengalami masa kejayaan, hingga ketika masa kejayaannya mungkin tidak ada orang yang akan mengira bahwa negara mereka akan pecah atau bahkan musnah. Siapa yang menyangka ketika Mongol berhasil menguasai eropa timur hingga jepang dan cina, mereka akan menjadi negara yang relatif terpuruk sekarang ini. Dulu ketika Romawi mencapai wilayah terluasnya dibawah Kaisar Trajan, siapa yang mengira bahwa kerajaan mereka akan runtuh. Kemudian bagaimana dengan Indonesia 100 tahun kedepan?

Indonesia 100 tahun kedepan belum tentu masih ada. Di pundak rakyatnya lah eksistensi Indonesia digantungkan.

Selamat HUT Kemerdekaan RI ke 63.

“Tumben telat akh?” sapa ku pada seorang sahabat yang tidak biasanya datang terlambat… sepengetahuan saya, sahabat saya ini adalah orang yang selalu membiasakan tepat waktu, dan mungkin diantara kami dialah yang paling bisa ontime, sering menjadi orang pertama yang datang kalau ada janji. Jika terpaksanya terlambatpun akan dihaturkan alasan yang menurut kami cukup syar’i yang menjadi penghalang.

Tapi jawaban yang terlontar sungguh membuatku heran, “Kesel aku dadi sing nunggu terus, pisan-pisan telat lah, sengojo kok akh…”

Deg.. Jleb….

Terlintas dalam pikiran, sebegitu hebatkah proses saling mewarnai dalam kehidupan ini, hingga proses mewarnai dan terwarnai yang sunatullah yang pasti kita temui itu bertarung dalam diri kita memperebutkan eksistensinya. Lalu sempat terpikir, jika saja sabahatku itu mulai terwarnai dengan budaya keterlambatan apakah aku yang merupakan temannya berkontribusi budaya terlambat padanya. Innalillah, terus bagaimnana aku bertanggungjawab atas kontribusi itu.

Sejenak kuberfikir, ya budaya itu kita yang membentuk, seperti budaya bangun tengah malam untuk qiyamul lail, budaya bersedekah, budaya hidup bersih dari korupsi, budaya tidur siang, budaya terlambat, budaya mencontek, pun budaya buruk lainya. Budaya itu baik atau buruk proses pembentukannya hampir sama. Dalam pembentukan budaya pasti pertama kali menjalaninya adalah hal yang sulit, lalu mulai terbiasa, lama kelamaan menjadi hal yang biasa kita lakukan.

Sering kita dengar nasihat tentang kehidupan, “dalam kehidupan kita hanya ada mewarnai atau terwarnai, kita memberikan budaya pada lingkungan sekitar serta kawan atau malah kita yang mengikuti arus lingkungan dan kawan kita, mana yang kuat dia yang menang, mewarnai atau terwarnai”
Memang proses itu sunatullah, karena interaksi kita sebagai makhluk. Setiap kita pasti menginginkan kebaikan. Jika kita membawa kebaikan pasti kita ingin mewarnai lingkungan dan kawan kita dengan kebaikan hingga ikut menjadi baik, tapi jika kita menemukan lingkungan yang baik maka kita ingin menjadi bagian di dalamnya agar warna kebaikannya bisa juga mewarnai kita.

Sekarang selain hal diatas kita juga harus merenungkan, bagaimana jika kita adalah warna buruk yang memberikan kontribusi keburukan bagi saudara, orang tua, teman, dan lingkungan kita. Keburukan kita menjadi tinta warna yang mempengaruhi orang lain. Betapa meruginya kita.

Semoga kita setiap saat bisa berintrospeksi diri, apakah ada hal buruk dalam diri kita yang berpotensi menjadi contoh bagi orang lain?

Setidaknya jika kita belum bisa memberikan warna kebaikan maka berusahalah untuk tidak memberikan warna keburukan.

Untuk sahabatku, maafkan atas budaya buruk terlambat, sebelum terlanjur mari bangun lagi budaya menghargai waktu.

It’s my opinion. Feel free to criticize..

Setiap awal ramadhan, umat islam selalu dicuri perhatiannya oleh penetapan tanggal 1 Ramadhan dan nanti penetapan tanggal 1 Syawal. Muhamadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada 1 September 2008 dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober 2008. Sementara pemerintah baru akan menetapkan 1 Ramadhan 1429 H pada sidang itsbat tanggal 31 Agustus 2008.

Saya tidak akan membahas mengenai penetapan tanggal dan metodenya karena saya bukan ahlinya. Hanya saya tergelitik untuk menanyakan akankah kalender Hijri bisa menyamai atau bahkan mengungguli popularitas kalender Gregorian yang selama ini dipakai secara resmi di negara kita. Saya teringat ucapan seseorang (saya lupa siapa orangnya) yang mengatakan bahwa sulit menjadikan kalender hijri sebagai kalender resmi dan utama negara kita apalagi kaitannya dengan dunia bisnis. Hal ini disebabkan sering terjadi perbedaan penetapan tanggal. Ketidakpastian mengenai tanggal ini akibatnya bisa fatal. Misalnya dalam hal tenggat waktu pembayaran. Atau perjanjian-perjanjian yang kaitannya dengan tanggal.

Menurut saya alasan itu cukup masuk akal. Lantas bagaimana dulu penerapan kalender hijri di zaman Rasulullah SAW dan para sahabat? Ada yang ingin melengkapi dan mengungkapkan pendapat?

It’s my opinion. Feel free to criticize..

Setiap awal ramadhan, umat islam selalu dicuri perhatiannya oleh penetapan tanggal 1 Ramadhan dan nanti penetapan tanggal 1 Syawal. Muhamadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1429 H jatuh pada 1 September 2008 dan 1 Syawal 1429 H jatuh pada 1 Oktober 2008. Sementara pemerintah baru akan menetapkan 1 Ramadhan 1429 H pada sidang itsbat tanggal 31 Agustus 2008.

Saya tidak akan membahas mengenai penetapan tanggal dan metodenya karena saya bukan ahlinya. Hanya saya tergelitik untuk menanyakan akankah kalender Hijri bisa menyamai atau bahkan mengungguli popularitas kalender Gregorian yang selama ini dipakai secara resmi di negara kita. Saya teringat ucapan seseorang (saya lupa siapa orangnya) yang mengatakan bahwa sulit menjadikan kalender hijri sebagai kalender resmi dan utama negara kita apalagi kaitannya dengan dunia bisnis. Hal ini disebabkan sering terjadi perbedaan penetapan tanggal. Ketidakpastian mengenai tanggal ini akibatnya bisa fatal. Misalnya dalam hal tenggat waktu pembayaran. Atau perjanjian-perjanjian yang kaitannya dengan tanggal.

Menurut saya alasan itu cukup masuk akal. Lantas bagaimana dulu penerapan kalender hijri di zaman Rasulullah SAW dan para sahabat? Ada yang ingin melengkapi dan mengungkapkan pendapat?

I am

Highly Motivated! ^o^

STUDI EKSPERIMENTAL MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR GANDA LPG-SOLAR*) Oleh: Hifni Mukhtar Ariyadi**) INTISARI Dua permasalahan penting yang dihadapi dunia saat ini adalah masalah lingkungan, khususnya pencemaran udara karena penggunaan bahan bakar serta krisis bahan bakar minyak (minyak bumi). Solusi agar dapat keluar dari permasalahan tersebut dibutuhkan suatu inovasi tertentu, di antaranya mencari bahan bakar alternatif [...]