Archive for December, 2007

HP CDMA

Pagi hari ini saya nyaris kehilangan HP untuk yang pertama kalinya… HP Huawei C2601 yang nyaris hilang ini saya beli tanggal 26 Nopember 2007 di gerai salah satu operator telekomunikasi yang ada di daerah Dago… Jam 8an siap2 pergi ke kampus, HP GSM saya taruh di saku celana sebelah kanan dan HP CDMA ini saya [...]

Innalillahi wainna ilaihi roji’un…

Telah meninggal dunia Ibu Sri Purwanti, dosen Teknik Informatika ITB pada hari senin 10 Desember 2007 kemarin, dan telah dimakamkan Selasa kemarin. Beliau meninggal setelah cukup lama menderita kanker. Bu Wanti pernah mengajar saya di kuliah Alpro, Strukdat, dan AI. Beliau juga sempat menjadi penguji proposal dan seminar tugas akhir saya. Sebenarnya beliau berniat menjadi penguji saya hingga akhir, namun karena sakit, penguji untuk prasidang dan sidang digantikan oleh Bu Ulfa. Di awal kuliah, saya melihat Bu Wanti sebagai seorang yang sangat tegas. Semakin lama saya kuliah di Informatika, saya semakin mengenal Bu Wanti sebagai orang yang sangat ramah dan perhatian.
Yang saya sangat sesalkan dari peristiwa ini adalah terlambatnya saya mengetahui kabar tersebut. Padahal rumah beliau tidak begitu jauh dari kontrakan saya. Senin sore saya sempat mendengar berita lelayu yang diumumkan di sebuah masjid di Cigadung, tapi saya tidak begitu jelas mendengar namanya. Selasa saya ke kampus tapi listrik mati jadi tidak bisa cek email, dan baru tahu kabar itu pagi ini.
Semoga amal beliau diterima di sisi Allah SWT,  semoga ilmu yang kita terima dari beliau mendatangkan kebaikan yang tidak putus sampai akhir zaman bagi beliau. Semoga dimudahkan segala urusan beliau di alam kubur maupun di hari akhir nanti.

Selamat jalan guruku Ibu Sri Purwanti.

Innalillahi wainna ilaihi roji’un…

Telah meninggal dunia Ibu Sri Purwanti, dosen Teknik Informatika ITB pada hari senin 10 Desember 2007 kemarin, dan telah dimakamkan Selasa kemarin. Beliau meninggal setelah cukup lama menderita kanker. Bu Wanti pernah mengajar saya di kuliah Alpro, Strukdat, dan AI. Beliau juga sempat menjadi penguji proposal dan seminar tugas akhir saya. Sebenarnya beliau berniat menjadi penguji saya hingga akhir, namun karena sakit, penguji untuk prasidang dan sidang digantikan oleh Bu Ulfa. Di awal kuliah, saya melihat Bu Wanti sebagai seorang yang sangat tegas. Semakin lama saya kuliah di Informatika, saya semakin mengenal Bu Wanti sebagai orang yang sangat ramah dan perhatian.
Yang saya sangat sesalkan dari peristiwa ini adalah terlambatnya saya mengetahui kabar tersebut. Padahal rumah beliau tidak begitu jauh dari kontrakan saya. Senin sore saya sempat mendengar berita lelayu yang diumumkan di sebuah masjid di Cigadung, tapi saya tidak begitu jelas mendengar namanya. Selasa saya ke kampus tapi listrik mati jadi tidak bisa cek email, dan baru tahu kabar itu pagi ini.
Semoga amal beliau diterima di sisi Allah SWT,  semoga ilmu yang kita terima dari beliau mendatangkan kebaikan yang tidak putus sampai akhir zaman bagi beliau. Semoga dimudahkan segala urusan beliau di alam kubur maupun di hari akhir nanti.

Selamat jalan guruku Ibu Sri Purwanti.

Ada Apa dengan (alumni) ITB??

Masih ingat dengan kasus surat tanda lunas bermasalah yang kutulis di postingan berjudul Ada Apa dengan UGM kan? Alhamdulillah untuk sementara masalah itu memang sudah selesai setelah orangtuaku diminta membuat surat pernyataan telah melunasi pembayaran SPMA. Akan tetapi, di balik postingan itu, ada satu cerita yang cukup merangsang hasratku untuk menuliskannya ke dalam blog ini..

Tidak berapa lama setelah tulisan itu kupublish, beberapa anak ITB kenalanku memberikan komentar yang kurang lebih sama setelah membacanya; Nggak terima kalo ada perguruan tinggi di Indonesia yang dianggap lebih baik daripada ITB tercintanya…

Heran juga, padahal substansi tulisan itu gak ada hubungannya dengan UGM yang lebih baik daripada ITB atau sebaliknya. Kalaupun ada data dari THES-QS World Top University Rangkings 2007 yang kucantumkan hanyalah sebuah fakta yang kugunakan untuk menggambarkan betapa ironisnya kasus yang kualami ini; disaat ada lembaga independen internasional yang menyatakan UGM sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia kok bisa-bisanya mahasiswanya yang mau lulus dipersulit oleh birokrasi karena buruknya administrasi pencatatan pembayaran SPMA..

Tak lama sebelum itu, aku dan teman-teman Nightlogin di lab IF TE UGM kedatangan tamu dosen kami yang sedang menuntut ilmu di Mali.. eh Malaysia dan kebetulan baru libur sehingga bisa pulang ke Jogja. Dalam pertemuan 1-2 jam tersebut, beliau bercerita banyak hal.. mulai dari cerita tentang kondisi di Malaysia, seputar dunia beasiswa, lapangan pekerjaan.. hingga sampai suatu ketika beliau bercerita tentang rekan-rekannya sesama orang Indonesia di Malaysia sana.. beberapa diantara mereka adalah lulusan ITB yang menurut beliau begitu bangga akan ke-ITB-annya, tak seperti dosenku & beberapa temannya sesama alumni UGM disana yang cenderung tak sebegitunya dalam hal kebanggaan menjadi alumni UGM.

Masih menurut dosenku itu, rekan-rekannya alumni ITB itu tak jarang membangga-banggakan almamater mereka di hadapan beliau dan rekan-rekannya yang lain, ditambah lagi mereka begitu rajin mencari dan menyebarkan hasil survey atau perangkingan perguruan tinggi dari lembaga mana saja yang menempatkan ITB sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. “Kadang-kadang bikin mangkel juga, tapi biarin aja lah.. lha wong kita sudah maklum emang tabiat mereka seperti itu..” begitu kira-kira tanggapan dosenku atas hal tersebut.

Kembali ke postinganku sebelumnya, salah seorang pengunjung yang mengaku sebagai lulusan UGM dengan id srintil memberikan komentar yang isinya begini

…Kalo menurut gw sih baik itb ma ugm sama aja gak bagusnya, he..he..Lulusan itb banyak jadi politisi dan birokrat di bumn. Hasilnya? Ya liat sendiri aja deh. Ekonomi makro jadi dodol, pertumbuhan mandeg (oxymoron -> pertumbuhan kok mandeg? he..he..), monopoli, miskin daya saing dan kualitas buruk.Udah gitu lulusannya juga pada chauvinis, merasa terbaik (atau pengen dianggap terbaik? weleh, capee dee. Hari gini gitu loh, informasi dah gampang diakses bro..) Lulusan ugm banyak jg jadi birokrat, terutama di pemerintahan daerah dan pusat. Akibatnya? sama aja, bobrok juga yak.. he..he. Mental birokrat bergaya priyayi bikin capek aja, gak produktif….

Weleh weleh.. setelah baca komentar inilah hasrat nge-blogku menjadi-jadi.. sampai-sampai kerjaan nulis skripsi yang telah masuk pembahasan di Bab 4 pun terhenti karenanya.. Emang bener ya?? Lulusan ITB emang sebegitu bangganya sama almamaternya? Sampai-sampai ada orang yang bilang kalo itu sudah masuk kategori “chauvinisme”..

Tulisan ini tidak kumaksudkan untuk memicu perdebatan yang isinya kurang lebih semacam ini;

“ITB lebih baik! Enggak.. UGM yang lebih baik! Salah.. sampai kapanpun ITB tetap yang paling baik! Nggak bisa.. pokoke UGM yang paling baik.. ITB!! UGM!! ITB!” ~ halah kok malah ribut sendiri.. ^_^!~

Sekali-kali tidak!!

Tulisan ini kubuat akibat adanya fenomena yang kutemui di lapangan bahwa indikasi semacam itu memang ada.. Meski demikian, generalisasi tidaklah layak dilakukan.. artinya, terlepas dari semua fenomena yang kutemui.. tetaplah tidak layak untuk menyatakan semua alumni ITB itu “chauvinis”.. namun setidaknya fenomena-fenomena itu membuatku cukup layak untuk bertanya..

Ada Apa dengan (alumni) ITB??

ps: Bagiku pribadi, entah UGM maupun ITB punya kelebihan sendiri-sendiri.. dan silakan keduanya berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.. bukan untuk membanggakan status dan membuat alumninya bertepuk dada.. “Ini lho.. alumni Universitas Terbaik di Indonesia”.. bukan!! Melainkan untuk berfastabiqul khoirot.. berlomba-lomba menghasilkan produk-produk yang memberi sebesar-besar manfaat bagi bangsa ini. Bukankah Kanjeng Nabi SAW pernah menyatakan bahwasanya “Khoirunnaas Anfa ahum linnaas” Sebaik-baik manusia adalah yang memberi paling banyak manfaat bagi manusia yang lainnya.

Link IDWS : Avatar The Legend of Aang

Berhubung banyak sekali request untuk link download Avatar, sementara beberapa link yang sudah kusediakan dulu hampir semuanya mati.. ya sudah.. dengan bangga kupersembahkan link IIX di Indowebster untuk Avatar Book 1, 2 , dan 3:

Perlu dicatat, link ini menggunakan protokol FTP & hanya bisa didonlot melalui jaringan IIX (lokal Indonesia). Oke deh.. selamat menikmati:

Oh ya, berhubung di IDWS sendiri gak komplit semua chapter ada, jadi harap dinikmati seadanya ya.. yang belum ada menyusul deh kalo udah ada yang upload. :)
Book 1

Chapter 1 :

Chapter 2 :
Chapter 3 :

Chapter 4 :

Chapter 5 :

Chapter 6 :

Chapter 7 :

Chapter 8 :

Chapter 9 :

Chapter 10 :

Chapter 11 :

Chapter 12 :

Chapter 13 :

Chapter 14 :
Chapter 15 :

Chapter 16 :

Chapter 17 :

Chapter 18 :

Chapter 19-20 :

Book 2

Chapter 1 :

Chapter 2 :

Chapter 3 :

Chapter 4 :

Chapter 5 :

Chapter 6 :

Chapter 7 :

Chapter 8 :

Chapter 9 :

Chapter 10 & 11 :

Chapter 12 :

Chapter 13 :

Chapter 14 :

Chapter 15 :

Chapter 16 :

Chapter 17 :

Chapter 18 :

Chapter 19-20 :

Book 3

Chapter 1 :

Chapter 2 :

Chapter 3 :

Chapter 4 :

Chapter 5 :

Chapter 6 :

Chapter 7 :

Chapter 8 :

Chapter 9 :

Chapter 10 :

Chapter 11 :

Chapter 12 :

Chapter 13:

Bonus Chapter

Avatar Chibi