
Samsung Galaxy Spica (GT-i5700)
XXJE1 + LK2.8.4 beta 2 + SamdroidMod v2 + Frozen Eclair beta 7 test 4 libs

Samsung Galaxy Spica (GT-i5700)
XXJE1 + LK2.8.4 beta 2 + SamdroidMod v2 + Frozen Eclair beta 7 test 4 libs
Test

Sepenggal Duka di Langit Cinta by Abu Umar Basyier
My rating: 5 of 5 stars
Sebenarnya sudah ngantuk, setelah menyelesaikan bagian tugas Seminar Akuntansi Pemerintahan, tadi ingin cepet-cepet nutup laptop lalu memejamkan mata. Tapi tiba-tiba terlintas lagi kuliah Pak Anies tadi siang. Ini tentang komitmen, menyatakan diri baik dan menginginkan kebaikan dan perubahan. Saat sebuah lingkungan kita dicap buruk (walau pada kenyataannya tidak buruk, hanya saja cap yang sudah melekat) maka stigma masyarakat akan menganggap semua yang berhubungan dengan lingkungan itu buruk. Maka jangan ragu mengatakan jika 9 dari 10 orang di lingkungan tersebut buruk maka saya adalah 1 orang yang tidak buruk tersebut. Dan saya yakin setiap 10 orang ada 1 orang yang tidak buruk, sehingga masih banyak orang yang baik maka yakinlah akan perubahan. Jika perubahan itu belum juga menghampiri maka jangan berputus asa. Terus berjuang, jangan menyerah. Mari belajar dari pada pendiri banngsa, dari bapak bangsa. Bayangkan jika mereka yang telah berjuang untuk kemerdekaan lalu dipenjara, disiksa, diasingkan, dibuang. Lalu berfikir, mengapa kemerdekaan tidak kunjung datang, sudahlah aku menyerah saja, ku hentikan perjuangan ini, niscaya tidak ada Indonesia merdeka. Indonesia merdeka karena mereka tidak menyerah, tidak ada kata putus asa. Ambil pelajarannya, jangan putus asa memperbaiki sesuatu. Berkomitmenlah untuk terus berjuang.
Saya adalah orang baik yang menginginkan kebaikan dan perubahan menjadi lebih baik.
Nanti kalo ada yang pengen gimana? 
If you’re wearing leggings, wear a short dress or a long shirt to cover your ass.

“If a woman’s good-looking, it’s distracting. If she’s not, it’s disgusting.”
Bukannya promosi tu harusnya hak tiap staf & harusnya rutin dilakukan?
Bener2 aneh..


Beberapa masa kebelakang, kita seakan tertidurkan bahwa ada sauadara kita yang mengungkapkan perihnya dengan kalimat ” Aina antum ayyuhal muslimun?”. Bukankah muslim itu diibaratkan satu tubuh, satu terluka maka bagian tubuh yang lain juga kan merasakan sakitnya? Itu seharusnya tetapi apa yang terjadi? Seakan semua diam, sebagian kecil yang bernyali untuk berteriak tak mampu membuka mata saudara muslim lainnya, entah tak mampu atau memang muslim yang lainnya tidak mau? Semoga kita mau untuk memahami apa yang terjadi dan mampu berkontribusi dengan bantuan yang terbaik yang mampu kita berikan. Dimana saudara kita di Palestina dijajah oleh kesewenang-wenangan zionis. Semoga kita mau dan bertindak sesuai kemampuan kia untuk saudara-saudara kita di Palestina.
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) Lyrics
(Composed and Copyright 2009 by Michael Heart)
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Meniti kembali asa, semakin besar ombak semakin besar karang yang dibutuhkan untuk memecahnya, semakin besar angin semakin besar dahan yang diperlukan untuk menahannya, semakin besar cobaan semakin besar pula keimanan yang harus di pupuk. Saya tak pernah paham apa itu hikmah sebelum kejadiaannya terjadi, seringkali saya berburuk sangka terhadap ALLAH, seakan-akan mengapa harus saya yang menanggung cobaan itu. Seakan saya melupakan bahwa ALAH tidak akan membenani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (hayuk dilihat lagi AL BAqoroh ayat 286).
Justru yang harus menjadi pertanyaan adalah apabila saya merasa bahwa hidup datar-datar saja tanpa cobaan, tanpa ujian, apakah saya ini dihadapan ALLAH tidak layak untuk diuji atau tidak layak untuk dinaikkan tingkatnya menjadi insan bertaqwa? Hal ini tentu saja bukan berarti menantang ALLAH untuk menguji. Tetapi ini menjadi nasihat buat diri sendiri, ALLAH pasti memiliki rencana terbaik dibalik setiap kejadian yang kita alami, yang harus saya lakukan adalah menjalaninya dengan cara yang terbaik, dengan cara yang elegan, dengan cara yang diajarkan manusia mulia yang menjadi Uswatun Khasanah. saya harus menjalankan bagian saya dengan cara terbaik yang bisa saya lakukan, karena setiap bagian ada peran sendiri-sendiri.
Dan menjadi penyemangat diri pula dengan doa “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak kami sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatillah kami. Engkaulah pelingdung kami, maka tologlah kami menghadapi orang-orang yang kafir” (hayuk lihat lagi doa itu di penghujung Al Baqoroh 286).
Merindu pena itu tergores kembali seperti dahulu, saat ia tidak terbungkam oleh kekang waktu. Memimpi waktu terurainya lantunan senandung cerianya dunia atau meradangnya penindasan. Berharap gelora asa itu datang menghampiri atau pilihan yang terakhir menggelorakan asa agar tetap tidak terbungkam.